COVID-19 Bawa Berkah, E-Commerce Tumbuh Jauh di Atas Prediksi

Rabu, 04 November 2020 - 23:57 WIB
Menurut laporan dari SIRCLO, tren social commerce akan terus bertumbuh dan menyumbang 40% dari total transaksi e-commerce pada 2022. Pasalnya, 94% responden menyatakan transaksi berbasis percakapan, misalnya di Whatsapp, Facebook, ataupun Instagram, sangat mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Konsumen Indonesia lebih tertarik membeli produk jika penjual memberikan respons cepat pada pesan/pertanyaan mereka.

Tren Festival Belanja 2020 di Tengah Pandemik

Kehadiran festival belanja seperti 9.9, 10.10, dan selanjutnya merupakan momen penting bagi UMKM dan para brand untuk mendongkrak transaksi penjualan online. Walaupun situasi pandemik masih berlangsung, daya beli masyarakat masih kuat.

Ini dilihat terbukti dari jumlah pesanan dan nilai transaksi yang meningkat 4x lipat pada periode 10.10 tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya. “Menurut data internal kami, kategori-kategori yang paling unggul pada momentum festival belanja online 9.9 dan 10.10 adalah Perawatan Diri (mencakup produk sanitasi), Perlengkapan Rumah (perlengkapan dapur & rumah tangga), Makanan & Minuman, serta Fashion & Lifestyle," papar Brian.

Pada 9.9 tahun ini, jumlah pengunjung tertinggi terdapat pada tengah malam, pukul 11.00 WIB dan di atas pukul 20.00 WIB, bertepatan setelah adanya pengumuman PSBB di Ibu Kota. Pada 10.10 tahun ini, jumlah pengunjung tertinggi terdapat pada tengah malam, tengah hari (waktu istirahat kerja), 18.00 WIB (setelah jam kerja), maupun pada pukul 23.00 WIB (pada jam-jam flash sale).

"Pola belanja ini mengikuti periode dimana adanya promosi clearance, flash sale, dan juga live streaming," kata Brian.

Tahun ini, permintaan yang tinggi tidak hanya berpusat di Pulau Jawa dan Bali. Tapi juga di provinsi lain, seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Bengkulu. (Baca juga: Tim Kampanye Biden Nyatakan Siap Bertarung dengan Trump di Mahkamah Agung )

Jumlah permintaan dari daerah luar Jawa dan Bali selama 10.10 meningkat 5x lipat dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, brand harus memperhatikan fenomena ini dan menarik lebih banyak pembeli dari luar Jawa dan Bali.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!