Ilmuwan Memprediksi Angka Kelahiran dan Pernikahan Bakal Menurun
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:10 WIB
"Orang yang lajang cenderung tidak memulai hubungan baru dan wanita yang mampu untuk hidup sendiri cenderung bertahan lebih lama," kata Haselton, dikutip dari Scitechdaily.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebelum pandemi, wanita lebih stres daripada pria karena tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Sekarang, mereka mengelola lebih banyak tanggung jawab rumah tangga terkait dengan pengasuhan dan pendidikan anak.
"Dalam dunia kedokteran dan ilmu lainnya, para sarjana pria lebih produktif daripada perempuan," kata Haselton.
Dia dan rekannya meramalkan pergeseran ke arah konservatisme sosial. Konsekuensi dari pandemi tersebut adalah berkurangnya toleransi terhadap aborsi legal dan hak-hak seksual minoritas yang tidak sejalan dengan peran gender tradisional.
"Selain itu, di saat ketidaksetaraan ekonomi, banyak wanita akan lebih melakukan seksualitas untuk bersaing satu sama lain dalam mendapatkan pria yang diinginkan," tambah Haselton.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebelum pandemi, wanita lebih stres daripada pria karena tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Sekarang, mereka mengelola lebih banyak tanggung jawab rumah tangga terkait dengan pengasuhan dan pendidikan anak.
"Dalam dunia kedokteran dan ilmu lainnya, para sarjana pria lebih produktif daripada perempuan," kata Haselton.
Dia dan rekannya meramalkan pergeseran ke arah konservatisme sosial. Konsekuensi dari pandemi tersebut adalah berkurangnya toleransi terhadap aborsi legal dan hak-hak seksual minoritas yang tidak sejalan dengan peran gender tradisional.
"Selain itu, di saat ketidaksetaraan ekonomi, banyak wanita akan lebih melakukan seksualitas untuk bersaing satu sama lain dalam mendapatkan pria yang diinginkan," tambah Haselton.
(fan)
Lihat Juga :