Mengenal La Nina, si 'Gadis Kecil' Saudara Perempuan El Nino

Selasa, 13 Oktober 2020 - 00:45 WIB
La Nina seringkali, meskipun tidak selalu, didahului oleh fenomena El Nino. Selama La Nina, musim badai Atlantik menghasilkan badai yang lebih hebat dari biasanya.

La Nina terpanjang yang tercatat berlangsung dari musim semi 1973 hingga musim semi 1976, suatu periode yang ditandai dengan kondisi kekeringan di sebagian besar wilayah Amerika Serikat. Sementara di bagian lain dunia dilanda banjir yang diikuti badai yang merenggut ratusan ribu nyawa.

Fenomena La Nina pada umumnya didahului oleh penumpukan air laut yang telah mengalami penurunan temperatur. Angin yang mengarah ke timur dan ombak laut membantu perpindahan air laut tersebut ke permukaan melalui proses yang kompleks.

Si 'Gadis Kecil' ini, memberikan efek yang berbeda pada setiap area. Di bagian tenggara, udara menjadi lebih hangat, sedangkan di bagian barat laut udara menjadi lebih dingin.

Terjadinya La Nina menyebabkan sering terjadinya hujan di daerah pasifik seperti Indonesia, Malaysia, dan bagian utara Australia pada saat musim panas di musim panas dan kekeringan di daerah pantai barat Amerika Serikat di musim salju. (Baca juga: DKI Jakarta PSBB Transisi Bikin Menko Airlangga Pede Lagi )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!