Ditekan AS, Analis Dunia Ramalkan Huawei Mau Jual Honor

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Kuo mengatakan, bila penjualan Honor terjadi, maka hal ini adalah win-win solution untuk merek Honor, pemasok perusahaan, dan industri elektronik China secara keseluruhan. Setelah bebas dari Huawei, Honor akan dapat mengembangkan dan memproduksi smartphone kelas atas yang merupakan segmen pasar yang saat ini mereka tidak terlibat di dalamnya.

Menurut South China Morning Post berbahasa Inggris, Kuo mengatakan, "Jika Honor tidak bergantung pada Huawei, sumbernya tidak lagi tunduk pada larangan AS terhadap Huawei, yang akan membantu bisnis smartphone Honor dan pemasoknya."

Kuo juga menyatakan Honor yang independen akan menjadi pesaing ketat bagi pabrikan yang menjual "harga", seperti Xiaomi. Sebab keduanya menjual handset dengan kisaran harga yang sama.

Huawei memulai lini Honor pada tahun 2013 untuk membantu pabrikan menjual ponsel dengan harga Rp2 juta-Rp3,2 juta yang ditujukan bagi konsumen muda. Honor telah membantu Huawei melampaui Apple dan Samsung (awal tahun ini) untuk menjadi produsen ponsel pintar terbesar di dunia meskipun ada upaya dari AS untuk mempersulit perusahaan.

Honor menggunakan penjualan online untuk mendistribusikan handsetnya dan telah menghasilkan lebih dari Rp147 triliun selama lima tahun terakhir. IDC dan Strategy Analytics mengatakan, Honor masing-masing menyumbang 28% dan 38% dari pengiriman paruh pertama Huawei tahun ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!