AS Tuduh Facebook, Apple, Google Salah-Gunakan Pasar untuk Hancurkan Pesaing
Rabu, 07 Oktober 2020 - 23:33 WIB
Subkomite Anti-Monopoli dari Judiciary Committee AS menegaskan, Google, Apple, Amazon, dan Facebook tidak boleh mengontrol dan bersaing dalam bisnis yang sama. Foto/Ist
WASHINGTON - Sebuah panel Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dibentuk hari ini menuding empat perusahaan teknologi besar menyalahgunakan kekuatan pasar mereka untuk menghancurkan saingannya. Bahkan memaksa usaha kecil bertekuk lutut atas nama keuntungan mereka. (Baca juga: Sahkan UU Cipta Kerja, Gedung DPR "Dijual" Murah di E-Commerce )
Menurut Subkomite Anti-Monopoli dari Judiciary Committee, Google, Apple, Amazon, dan Facebook tidak boleh mengontrol dan bersaing dalam bisnis yang sama. Reuters melaporkan, panel menyarankan perusahaan-perusahaan ini harus direstrukturisasi. Namun mereka tidak mengungkapkan apakah perusahaan tertentu harus dibubarkan.
Laporan lengkapnya sepanjang 449 halaman dan menyarankan perubahan luas pada Undang-Undang Anti-Monopoli dan menggambarkan "lusinan contoh di mana perusahaan menyalahgunakan kekuasaan mereka". Laporan juga mengungkapkan bagaimana perusahaan melakukan segala yang mereka bisa untuk mendominasi pesaing dalam mengontrol sebagian besar internet.
Salah satu contohnya adalah akuisisi Instagram oleh Facebook pada tahun 2012. Ketika Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mencatat bahwa platform berbagi foto membangun jaringan kompetitif yang bisa "sangat mengganggu kami", bunyi laporan itu.
Menurut Subkomite Anti-Monopoli dari Judiciary Committee, Google, Apple, Amazon, dan Facebook tidak boleh mengontrol dan bersaing dalam bisnis yang sama. Reuters melaporkan, panel menyarankan perusahaan-perusahaan ini harus direstrukturisasi. Namun mereka tidak mengungkapkan apakah perusahaan tertentu harus dibubarkan.
Laporan lengkapnya sepanjang 449 halaman dan menyarankan perubahan luas pada Undang-Undang Anti-Monopoli dan menggambarkan "lusinan contoh di mana perusahaan menyalahgunakan kekuasaan mereka". Laporan juga mengungkapkan bagaimana perusahaan melakukan segala yang mereka bisa untuk mendominasi pesaing dalam mengontrol sebagian besar internet.
Salah satu contohnya adalah akuisisi Instagram oleh Facebook pada tahun 2012. Ketika Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mencatat bahwa platform berbagi foto membangun jaringan kompetitif yang bisa "sangat mengganggu kami", bunyi laporan itu.
Lihat Juga :