Menjawab Kontroversi Efektifitas Masker Melawan Virus Corona dalam Data-data

Selasa, 06 Oktober 2020 - 23:09 WIB
Analisis yang lebih teliti menambahkan bukti langsung. Sebuah studi yang di-posting pada awal Agustus menemukan peningkatan mingguan kematian per kapita empat kali lebih rendah di tempat-tempat di mana masker menjadi norma atau direkomendasikan oleh pemerintah dibandingkan wilayah lain. Para peneliti mengamati 200 negara, termasuk Mongolia, yang mengadopsi penggunaan masker pada Januari dan, hingga Mei, tidak mencatat kematian terkait COVID-19.

Studi lain melihat efek dari mandat pemerintah negara bagian AS untuk penggunaan masker pada bulan April dan Mei. Para peneliti memperkirakan itu mengurangi pertumbuhan kasus COVID-19 hingga 2 poin persentase per hari. Mereka dengan hati-hati menyarankan bahwa mandat mungkin telah mencegah sebanyak 450.000 kasus, setelah mengontrol tindakan mitigasi lainnya, seperti jarak fisik.

“Anda tidak perlu terlalu banyak menghitung untuk mengatakan bahwa ini jelas ide yang bagus,” kata Jeremy Howard, ilmuwan peneliti di Universitas San Francisco di California, yang merupakan bagian dari tim yang meninjau bukti penggunaan masker wajah.

Tetapi penelitian semacam itu bergantung pada asumsi bahwa kewajiban masker sedang ditegakkan dan bahwa orang memakainya dengan benar. Selain itu, penggunaan masker sering kali bertepatan dengan perubahan lain, seperti batasan pertemuan.

Meskipun para ilmuwan tidak dapat mengontrol banyak variabel perancu dalam populasi manusia, mereka bisa dalam penelitian hewan. Peneliti yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Kwok-Yung Yuen dari Universitas Hong Kong menempatkan hamster yang terinfeksi dan sehat di kandang yang berdampingan, dengan partisi masker bedah memisahkan beberapa hewan.

Tanpa penghalang, sekitar dua pertiga dari hewan yang tidak terinfeksi terjangkit SARS-CoV-2, menurut makalah yang diterbitkan pada bulan Mei. Tetapi hanya sekitar 25% dari hewan yang dilindungi oleh bahan masker yang terinfeksi, dan mereka yang memiliki penyakit lebih ringan dibandingkan dengan "tetangganya" yang tidak menggunakan masker.

Temuan ini memberikan pembenaran untuk konsensus yang muncul bahwa penggunaan masker melindungi pemakainya serta orang lain. Karya ini juga menunjukkan ide lain yang berpotensi mengubah permainan. "Masking tidak hanya melindungi Anda dari infeksi tapi juga dari penyakit parah," kata Monica Gandhi, dokter penyakit menular di University of California, San Francisco.

Jadi, apakah Anda masih meragukan efektifitas masker untuk mencegah penularan virus Corona? (Baca juga: Ratusan Pasien Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!