10 Kontroversi Hadiah Nobel, Salah Satunya Hitler Jadi Nominator
Senin, 05 Oktober 2020 - 05:30 WIB
Lantaran keputusan itu, salah satu anggota Komite Nobel, Kare Kristiansen, mengundurkan diri. Pada 4 November 1995, Yitzhak Rabin dibunuh oleh ekstremis Yahudi yang tidak menolak perdamaian dengan Palestina. (Baca juga: Palestina: Pembunuh Yasser Arafat Terungkap, Israel Terlibat)
4. Nobel ‘Kepagian’ untuk Obama
Pada 2009 ketika Presiden Amerika Serikat, Barack Obama didaulat menerima Nobel Perdamaian. Banyak kritik tertuju kepada keputusan ini lantaran dianggap terlalu dini.
Obama menerimanya hanya selang 9 bulan sejak disumpah menjadi presiden AS. Brian Becker, koordinator nasional Act Now To Stop War dan End Racism mengatakan bahwa penghargaan itu setara dengan "memberi Obama penghargaan 'Anda bukan George W. Bush'." (Baca juga: Berjuluk Presiden Perdamaian, tapi Obama Membom 7 Negara)
5. Kontroversi Nobel Perdamaian Henry Kissinger
Pada 1973, Menteri Luar Negeri AS, Henry Kissinger, mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. Saat itu, ia bersama dengan pemimpin Vietnam Utara, Le Duc Tho. Komite Nobel menilai keduanya berjasa dalam mewujudkan gencatan senjata dalam Perang Vietnam. (Lihat grafis: Donald Trump dan Istri Umumkan Positif Covid-19 Lewat Twitter)
Kontroversi mencuat lantaran Henry Kissinger diketahui pernah memerintahkan hujan bom atas Hanoi, pusat kekuatan komunis Vietnam. Padahal, kala itu negosiasi sedang berlangsung. Bahkan, Le Duc Tho sendiri menolak menerima Hadiah Nobel tersebut. Dua orang anggota Komite Nobel mengundurkan diri sebagai protes atas terpilihnya Kissinger.
6. Kontroversi Nobel Kimia Fritz Haber dan Gas Klorin
Fritz Haber dianugerahi Hadiah Nobel Kimia pada 1919 karena menciptakan proses Haber-Bosch. Penemuan ini memungkinkan amonia diproduksi dalam skala massal dan membantu menciptakan pupuk yang mendukung pertanian.
Namun, penemu Polandia ini juga membantu mengembangkan gas klorin menjadi senjata kimia yang digunakan dalam Perang Dunia I dan menjadi senjata pemusnah massal mematikan. (Baca juga: Jenis-jenis Senjata Kimia, Efeknya Sangat Mematikan)
7. Konflik Kepentingan Harald zur Hausen
4. Nobel ‘Kepagian’ untuk Obama
Pada 2009 ketika Presiden Amerika Serikat, Barack Obama didaulat menerima Nobel Perdamaian. Banyak kritik tertuju kepada keputusan ini lantaran dianggap terlalu dini.
Obama menerimanya hanya selang 9 bulan sejak disumpah menjadi presiden AS. Brian Becker, koordinator nasional Act Now To Stop War dan End Racism mengatakan bahwa penghargaan itu setara dengan "memberi Obama penghargaan 'Anda bukan George W. Bush'." (Baca juga: Berjuluk Presiden Perdamaian, tapi Obama Membom 7 Negara)
5. Kontroversi Nobel Perdamaian Henry Kissinger
Pada 1973, Menteri Luar Negeri AS, Henry Kissinger, mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. Saat itu, ia bersama dengan pemimpin Vietnam Utara, Le Duc Tho. Komite Nobel menilai keduanya berjasa dalam mewujudkan gencatan senjata dalam Perang Vietnam. (Lihat grafis: Donald Trump dan Istri Umumkan Positif Covid-19 Lewat Twitter)
Kontroversi mencuat lantaran Henry Kissinger diketahui pernah memerintahkan hujan bom atas Hanoi, pusat kekuatan komunis Vietnam. Padahal, kala itu negosiasi sedang berlangsung. Bahkan, Le Duc Tho sendiri menolak menerima Hadiah Nobel tersebut. Dua orang anggota Komite Nobel mengundurkan diri sebagai protes atas terpilihnya Kissinger.
6. Kontroversi Nobel Kimia Fritz Haber dan Gas Klorin
Fritz Haber dianugerahi Hadiah Nobel Kimia pada 1919 karena menciptakan proses Haber-Bosch. Penemuan ini memungkinkan amonia diproduksi dalam skala massal dan membantu menciptakan pupuk yang mendukung pertanian.
Namun, penemu Polandia ini juga membantu mengembangkan gas klorin menjadi senjata kimia yang digunakan dalam Perang Dunia I dan menjadi senjata pemusnah massal mematikan. (Baca juga: Jenis-jenis Senjata Kimia, Efeknya Sangat Mematikan)
7. Konflik Kepentingan Harald zur Hausen
Lihat Juga :