Jaringan Nirkabel 5G Berpotensi Ganggu Prakiraan Cuaca

Kamis, 01 Oktober 2020 - 13:58 WIB
Mereka menggunakan pemodelan komputer untuk memeriksa dampak dari "kebocoran" radiasi yang tidak disengaja dari pemancar ke pita frekuensi. Saluran ini berada dekat dalam jaringan 5G.

Berdasarkan pemodelan tersebut, daya bocor 5G sebesar 15 hingga 20 desibel Watts (satu desibel Watt adalah satuan daya yang menggambarkan kekuatan gelombang radio). Gangguannya mempengaruhi keakuratan ramalan curah hujan (hingga 0,9 milimeter) serta suhu di dekat permukaan tanah (hingga 2,3°F).

Hasil penemuan ini masih diperdebatkan di kalangan komunitas 5G dan meteorologi untuk menentukan signifikasi kesalahan yang terjadi. Setiap komunitas memiliki pandangan yang berbeda dalam mempertahankan pendapatnya.

“Salah satu kesimpulan kami adalah jika kami ingin kebocoran berada pada tingkat yang disukai oleh komunitas 5G, kami perlu bekerja dengan pemodelan yang lebih rinci, seperti jenis teknologi antena, realokasi dinamis sumber daya spektrum, dan algoritma prakiraan cuaca yang dapat memperhitungkan kebocoran 5G,” kata Mandayam.

Disisi lain, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengungkapkan bahwa teknologi nirkabel seluler generasi kelima (5G) memanfaatkan frekuensi yang lebih tinggi (mmWave) dalam komunikasi seluler. Teknologi ini akan merevolusi komunikasi internet dan telekomunikasi karena mempercepat waktu koneksi dan meningkatkan jumlah perangkat yang dapat terhubung ke jaringan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!