Google Bakal Blokir Iklan Pemilu AS Setelah Pemungutan Suara Ditutup

Rabu, 30 September 2020 - 07:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. FOTO/ IST
MOUNTAIN VIEW - Google akan memblokir iklan terkait pemilu jika ditemukan di platformnya setelah pemungutan suara dalam pemilu Amerika Serikat ditutup pada 3 November. BACA JUGA - Teliti Aktivitas Seismic Gap, ITB Ungkap Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Pulau Jawa

Raksasa teknologi itu menyampaikan hal tersebut melalui email kepada para pengiklan.Email tersebut, dilihat oleh Reuters dan pertama kali dilaporkan oleh Axios.



BACA JUGA - Ancaman Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Mitigasi Bencana Terburuk Dipersiapkan

Dalam email tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (28/9/2020), Google mengatakan bahwa pengiklan tidak akan dapat menjalankan iklan yang mereferensikan kandidat, pemilu atau hasilnya, mengingat jumlah suara akan dihitung setelah hari pemilihan tahun ini.

Email tersebut mengatakan bahwa Google akan melarang iklan pemilu, termasuk yang menyebutkan pejabat negara bagian atau federal, kandidat atau partai politik, serta iklan yang berjalan pada daftar penelusuran terkait pemilu.

Larangan dari Google ini akan berlaku untuk semua iklan di platform penayangan iklan, termasuk layanan streaming videonya YouTube dan Google Ads.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!