Cari Obat COVID-19, WHO Akhirnya Setujui Uji Klinis Herbal

Kamis, 24 September 2020 - 22:22 WIB
Pertama, obat-obatan herbal sudah digunakan untuk melawan epidemi di masa lalu. Pengobatan herbal dan pengobatan alternatif telah teruji pada beberapa penelitian yang menunjukkan penggunaan profilaksis dari beberapa terapi dapat mempercepat pemulihan bahkan menurunkan tingkat keparahan.

Untuk Anda ketahui, oat-obatan herbal juga banyak digunakan selama krisis Flu Spanyol pada 1918 silam. Di Wuhan, China, yang menjadi awal penyebaran virus Corona, para dokter terus bereksperimen dengan pengunaan obat tradisional China atau TCM untuk mengatasi efek samping yang mengancam jiwa dari beberapa obat konvensional yang digunakan dalam pengobatan.

Obat-obatan China disetujui digunakan pada tahap awal untuk merawat pasien, termasuk penggunaan ramuan tradisional, seperti akar manis, jeruk pahit, dan banyak tumbuhan lainnya.

Alasan kedua, obat herbal ipuji karena penggunaan profilaksisnya. Percobaan paling menarik saat ini yang sedang dilakukan oleh DAILAB IIT Delhi dan Institut Nasional Sains dan Teknologi Industri Lanjutan (AIST) Jepang. Mengomentari susunan biokimia alami, para peneliti mengataka, sifat ashwagandha dapat digunakan untuk menargetkan enzim penyebab penyakit dan memecah protein, Mpro (Main protease), yang bertanggung jawab untuk replikasi dan penyebaran virus.

Ketiga, bahan herbal dapat membantu pengembangan vaksin. Sifat anti-virus yang sama juga telah diamati pada ramuan lain, Propolis Selandia Baru, yang dapat membantu memblokir dan melemahkan struktur virus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!