PSBB Berlaku Lagi, Picu Prospek Perkembangan EduTech
Rabu, 23 September 2020 - 19:01 WIB
Pada bulan Juni lalu, pemain EduTech di Indonesia sendiri sudah mencapai 44, dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Beberapa startup EduTech yang semakin terkenal di Indonesia semenjak peranannya semakin terasa besar bagi siswa selama masa pandemi di antaranya adalah Quipper, Zenius, Ruangguru, IndonesiaX, Cakap, dan masih banyak lagi.
Dalam Business Resilience Wheel yang dikeluarkan Grant Thornton Indonesia pada kuartal pertama tahun ini juga disebutkan pentingnya opsi pendanaan sebagai salah satu strategi bertahan perusahaan di masa pandemi. Hal ini sepertinya telah dijalankan dengan cukup baik oleh para pelaku EduTech, terlihat dari sejumlah investasi besar yang telah berhasil disuntikkan ke sektor ini dan menjadikan pandemi Covid-19 justru sebagai momentum akselerasi dan ajang pembuktian bahwa investasi tersebut dibenamkan pada sektor yang tepat.
Kurniawan Tjoetiar, Legal Partner Grant Thornton Indonesia menyebutkan, “Melihat perkembangan sektor EduTech di Indonesia tentu terlihat prospek yang sangat menjanjikan. Bagi investor yang menginvestasikan dana di sektor ini perlu juga mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, sikus pendanaan dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor.
“Dari sisi entitas EduTech juga perlu menjalankan strategi bertahan dengan melihat cara untuk menekan biaya, memberikan kualitas pengajar yang baik, dan hasil yang berdampak. Karena hal tersebut yang menjadi kunci untuk menentukan siapa pemenang dalam jangka panjang seiring pertumbuhan dan semakin matangnya pasar EduTech di Indonesia.” pungkas Kurniawan
Dalam Business Resilience Wheel yang dikeluarkan Grant Thornton Indonesia pada kuartal pertama tahun ini juga disebutkan pentingnya opsi pendanaan sebagai salah satu strategi bertahan perusahaan di masa pandemi. Hal ini sepertinya telah dijalankan dengan cukup baik oleh para pelaku EduTech, terlihat dari sejumlah investasi besar yang telah berhasil disuntikkan ke sektor ini dan menjadikan pandemi Covid-19 justru sebagai momentum akselerasi dan ajang pembuktian bahwa investasi tersebut dibenamkan pada sektor yang tepat.
Kurniawan Tjoetiar, Legal Partner Grant Thornton Indonesia menyebutkan, “Melihat perkembangan sektor EduTech di Indonesia tentu terlihat prospek yang sangat menjanjikan. Bagi investor yang menginvestasikan dana di sektor ini perlu juga mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, sikus pendanaan dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor.
“Dari sisi entitas EduTech juga perlu menjalankan strategi bertahan dengan melihat cara untuk menekan biaya, memberikan kualitas pengajar yang baik, dan hasil yang berdampak. Karena hal tersebut yang menjadi kunci untuk menentukan siapa pemenang dalam jangka panjang seiring pertumbuhan dan semakin matangnya pasar EduTech di Indonesia.” pungkas Kurniawan
(wbs)
Lihat Juga :