Tiga Profesor Jepang Buktikan Plasmacluster Turunkan Risiko Virus Corona
Selasa, 22 September 2020 - 21:39 WIB
Terkait keampuan Plasmacluster, Prof Jiro Yasuda, selaku kepala dalam penelitian ini menyatakan, penggunaan disinfektan seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive). Namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker.
Tetapi dengan penelitian ini dapat dipastikan teknologi Plasmacluster terbukti menonaktifkan virus Corona jenis baru yang tersuspensi di udara. "Sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis," ujarnya.
Apa itu Teknologi Plasmacluster?
Ion bermuatan positif (H + (H2O) m) dan ion bermuatan negatif (O2– (H2O) n) dilepaskan ke udara secara bersamaan, dan ion positif dan negatif secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya. Kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi.
"Ini adalah teknologi pemurnian udara unik yang bekerja untuk menekan aktivitas bakteri, dan lainnya, dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia," kata Andri Adi Utomo, Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia.
Tetapi dengan penelitian ini dapat dipastikan teknologi Plasmacluster terbukti menonaktifkan virus Corona jenis baru yang tersuspensi di udara. "Sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis," ujarnya.
Apa itu Teknologi Plasmacluster?
Ion bermuatan positif (H + (H2O) m) dan ion bermuatan negatif (O2– (H2O) n) dilepaskan ke udara secara bersamaan, dan ion positif dan negatif secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya. Kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi.
"Ini adalah teknologi pemurnian udara unik yang bekerja untuk menekan aktivitas bakteri, dan lainnya, dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia," kata Andri Adi Utomo, Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia.
(iqb)
Lihat Juga :