Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Rabu, 22 Juli 2026 - 08:34 WIB
Tujuan utama layanan ini adalah untuk membantu tim redaksi berita dalam memverifikasi keaslian materi dengan cepat, sehingga mencegah penyebaran informasi yang salah di saluran televisi nasional.
Pendeta Lebaredian, Wakil Presiden Teknologi Simulasi AI Fisik di Nvidia, menekankan bahwa teknologi yang digunakan untuk membuat video AI juga dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendeteksi video tersebut.
Performa yang mengesankan meskipun terdapat hambatan kompresi data.
Salah satu tantangan terbesar dalam deteksi deepfake adalah penurunan kualitas video akibat kompresi data. Namun, algoritma Nvidia telah menunjukkan akurasi yang luar biasa dalam berbagai kondisi.
Selain akurasi, kecepatan pemrosesan merupakan faktor kunci untuk aplikasi dalam siaran televisi langsung. Pada sistem yang menggunakan kartu grafis RTX, alat ini hanya membutuhkan waktu 22 milidetik untuk menganalisis file video 1080p. Dengan GPU khusus seperti L40, waktu pemrosesannya sekitar 30 milidetik.
Pendeta Lebaredian, Wakil Presiden Teknologi Simulasi AI Fisik di Nvidia, menekankan bahwa teknologi yang digunakan untuk membuat video AI juga dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendeteksi video tersebut.
Performa yang mengesankan meskipun terdapat hambatan kompresi data.
Salah satu tantangan terbesar dalam deteksi deepfake adalah penurunan kualitas video akibat kompresi data. Namun, algoritma Nvidia telah menunjukkan akurasi yang luar biasa dalam berbagai kondisi.
Selain akurasi, kecepatan pemrosesan merupakan faktor kunci untuk aplikasi dalam siaran televisi langsung. Pada sistem yang menggunakan kartu grafis RTX, alat ini hanya membutuhkan waktu 22 milidetik untuk menganalisis file video 1080p. Dengan GPU khusus seperti L40, waktu pemrosesannya sekitar 30 milidetik.
Lihat Juga :