Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
Minggu, 12 Juli 2026 - 21:24 WIB
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies manusia purba seperti Australopithecus hanya memiliki berat sekitar 40 kg dan tinggi badan yang hampir sama dengan anak-anak zaman modern.
Bellingham membuat sejarah Piala Dunia bersama Pele.TPO - Jude Bellingham terus memberikan kesan yang kuat di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain termuda kedua dalam sejarah yang mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan babak gugur berturut-turut, sebuah prestasi yang sebelumnya hanya diraih oleh legenda Pele.
Pada saat genus Homo muncul, khususnya pada spesies seperti Homo erectus dan Homo ergaster, berat rata-rata meningkat menjadi sekitar 60 kg, mendekati berat banyak orang dewasa modern.
Namun, evolusi tidak selalu berjalan lurus. Beberapa spesies yang muncul belakangan, seperti Homo floresiensis (Hobbit) atau Homo naledi, tetap berukuran kecil, yang menunjukkan bahwa cabang-cabang evolusi beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda.
Menurut Dr. Jacob Gardner, penulis utama studi tersebut, kontroversi sebelumnya muncul karena masing-masing kelompok hanya mempertimbangkan sebagian dari catatan fosil. Ketika seluruh data dikumpulkan, gambaran evolusi menjadi lebih jelas: terdapat perubahan bertahap dan lompatan besar.
Bellingham membuat sejarah Piala Dunia bersama Pele.TPO - Jude Bellingham terus memberikan kesan yang kuat di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain termuda kedua dalam sejarah yang mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan babak gugur berturut-turut, sebuah prestasi yang sebelumnya hanya diraih oleh legenda Pele.
Pada saat genus Homo muncul, khususnya pada spesies seperti Homo erectus dan Homo ergaster, berat rata-rata meningkat menjadi sekitar 60 kg, mendekati berat banyak orang dewasa modern.
Namun, evolusi tidak selalu berjalan lurus. Beberapa spesies yang muncul belakangan, seperti Homo floresiensis (Hobbit) atau Homo naledi, tetap berukuran kecil, yang menunjukkan bahwa cabang-cabang evolusi beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda.
Menurut Dr. Jacob Gardner, penulis utama studi tersebut, kontroversi sebelumnya muncul karena masing-masing kelompok hanya mempertimbangkan sebagian dari catatan fosil. Ketika seluruh data dikumpulkan, gambaran evolusi menjadi lebih jelas: terdapat perubahan bertahap dan lompatan besar.
Lihat Juga :