Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Minggu, 05 Juli 2026 - 20:52 WIB
Suhu Matahari Semakin Panas. Foto/ Daily
LONDON - Jumlah energi yang dipancarkan Matahari sekarang sekitar sepertiga lebih besar daripada pada tahap awalnya 4,5 miliar tahun yang lalu. Model evolusi menunjukkan tren ini akan berlanjut sebelum Matahari mencapai akhir siklus hidupnya dalam waktu sekitar 5 miliar tahun.
Selama beberapa dekade,para ilmuwantelah mempertanyakan batas-batas keberadaan kehidupan di Bumi seiring dengan semakin terangnya matahari.
Perkiraan awal oleh James Lovelock dan rekan-rekannya pada tahun 1982 menunjukkan bahwa biosfer fotosintetik Bumi akan berakhir dalam 100 juta tahun ke depan.
Atmospheresmenawarkan pandangan yang lebih optimis. Para ilmuwan memperkirakan bahwa kehidupan tumbuhan dapat terus ada selama 1,8 miliar tahun lagi.
Garis waktu ini mendekati titik di mana Bumi mungkin kehilangan lautannya karena radiasi yang memecah molekul air atau penguapan yang tidak terkontrol, sebuah peristiwa yang diproyeksikan akan terjadi dalam waktu sekitar 2 miliar tahun.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi, terutama vegetasi kompleks, dapat bertahan lebih lama di masa depan daripada yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya," kata Jacob Haqq-Misra, seorang ilmuwan bioastronomi di organisasi nirlaba Blue Marble Space dan salah satu penulis studi tersebut.
Selama beberapa dekade,para ilmuwantelah mempertanyakan batas-batas keberadaan kehidupan di Bumi seiring dengan semakin terangnya matahari.
Perkiraan awal oleh James Lovelock dan rekan-rekannya pada tahun 1982 menunjukkan bahwa biosfer fotosintetik Bumi akan berakhir dalam 100 juta tahun ke depan.
Atmospheresmenawarkan pandangan yang lebih optimis. Para ilmuwan memperkirakan bahwa kehidupan tumbuhan dapat terus ada selama 1,8 miliar tahun lagi.
Garis waktu ini mendekati titik di mana Bumi mungkin kehilangan lautannya karena radiasi yang memecah molekul air atau penguapan yang tidak terkontrol, sebuah peristiwa yang diproyeksikan akan terjadi dalam waktu sekitar 2 miliar tahun.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi, terutama vegetasi kompleks, dapat bertahan lebih lama di masa depan daripada yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya," kata Jacob Haqq-Misra, seorang ilmuwan bioastronomi di organisasi nirlaba Blue Marble Space dan salah satu penulis studi tersebut.
Lihat Juga :