AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Kamis, 02 Juli 2026 - 09:31 WIB
Subtim yang dipimpin Prof. Firdaus Alamsjah, Prof. Widodo Budiharto, dan Prof. Engkos A. Kuncoro menyoroti pergeseran dari sekadar AI adoption menjadi AI transformation — dari sekadar memakai tools menjadi menciptakan nilai ekonomi dan sosial.
Ini mencakup kesiapan infrastruktur data, proteksi privasi, etika, hingga penyiapan talenta digital. Bagi Indonesia, ini menjawab persoalan klasik: negara ini konsumen teknologi terbesar di Asia Tenggara, tapi masih tertinggal sebagai pencipta teknologi.
Bisnis dan Industri Kreatif: AI Tanpa Menghapus Sentuhan Manusia
Diulas oleh Prof. Harjanto Prabowo, Prof. John Fredy Bobby Saragih, Prof. Mita Purbasari Wahidiyat, dan Prof. Lindrianasari, fokus ini memposisikan AI sebagai mitra strategis untuk mempercepat eksploitasi ide dan daya saing efisiensi — tanpa menghilangkan sentuhan rasa, kepekaan sosial, dan budaya manusia.Ini krusial untuk industri kreatif Indonesia yang selama ini bertumpu pada keunikan lokal, bukan hanya efisiensi produksi.
Geopolitik, Hukum, dan Kebijakan: Kedaulatan Data sebagai Isu Nasional
Bagian ini digarap Prof. Mts Arief, Prof. Tirta N. Mursitama, dan Prof. Shidarta, menggarisbawahi urgensi kedaulatan data, keamanan siber, mitigasi perang asimetris, serta regulasi responsif yang melindungi kepentingan publik sekaligus mendorong inovasi. Ini menyangkut siapa yang mengendalikan data warga negara di tengah derasnya adopsi AI dari platform asing.Lihat Juga :