Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Minggu, 14 Juni 2026 - 10:14 WIB
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi. Foto / IFL Science
ALASKA - Penelitian menunjukkan bahwa titik dingin di Atlantik Utara mungkin merupakan tanda melemahnya AMOC (Sistem Arus Perairan), yang mengancam ekosistem global dan pola cuaca.
Di Atlantik Utara, di selatan Greenland dan Islandia,para ilmuwantelah menemukan wilayah laut yang luas yang mengalami fenomena yang sangat tidak biasa. Sementara sebagian besar lautan di dunia menghangat akibat perubahan iklim, wilayah ini justru terus mendingin.
Dalam sebuah studi yang baru saja diterbitkan, tim ahli mengklaim telah menemukan jawaban atas misteri ini dan mengeluarkan peringatan yang mengkhawatirkan bahwaduniamungkin sedang mendekati salah satu titik kritis iklim yang paling berbahaya.
Wilayah perairan yang dimaksud, yang sering disebut sebagai "gumpalan dingin" atau "lubang penghangat," telah mengalami penurunan suhu hampir 1 derajat Celcius sejak tahun 1900.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memperdebatkan apakah fenomena ini berasal dari hilangnya panas di permukaan laut akibat perubahan angin dan awan, atau merupakan tanda melemahnya sistem arus laut yang vital. Penelitian baru oleh para ahli menyimpulkan penyebabnya terletak pada hipotesis kedua, sekaligus menunjukkan masa depan yang mengkhawatirkan.
Di Atlantik Utara, di selatan Greenland dan Islandia,para ilmuwantelah menemukan wilayah laut yang luas yang mengalami fenomena yang sangat tidak biasa. Sementara sebagian besar lautan di dunia menghangat akibat perubahan iklim, wilayah ini justru terus mendingin.
Dalam sebuah studi yang baru saja diterbitkan, tim ahli mengklaim telah menemukan jawaban atas misteri ini dan mengeluarkan peringatan yang mengkhawatirkan bahwaduniamungkin sedang mendekati salah satu titik kritis iklim yang paling berbahaya.
Wilayah perairan yang dimaksud, yang sering disebut sebagai "gumpalan dingin" atau "lubang penghangat," telah mengalami penurunan suhu hampir 1 derajat Celcius sejak tahun 1900.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memperdebatkan apakah fenomena ini berasal dari hilangnya panas di permukaan laut akibat perubahan angin dan awan, atau merupakan tanda melemahnya sistem arus laut yang vital. Penelitian baru oleh para ahli menyimpulkan penyebabnya terletak pada hipotesis kedua, sekaligus menunjukkan masa depan yang mengkhawatirkan.
Lihat Juga :