Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
Rabu, 03 Juni 2026 - 07:03 WIB
Penyerang menggunakan koneksi Virtual Private Network (VPN) dengan alamat IP yang cocok atau mendekati lokasi yang dikenal target, meminta pengaturan ulang kata sandi, dan memilih opsi untuk mengobrol dengan asisten AI.
Di sini, peretas menginstruksikan chatbot untuk menautkan akun ke alamat email baru. Sistem kemudian mengirimkan kode verifikasi satu kali agar peretas dapat mengubah kata sandi.
Dengan cara ini, kelompok peretas tersebut berhasil menguasai sejumlah akun dengan nama pengguna pendek dan bernilai tinggi, yang diperkirakan bernilai lebih dari $500.000 di pasar gelap.
Jane Wong, seorang pakar keamanan siber, juga mengalami peretasan akun Instagram-nya. Dia mengatakan kata sandinya diubah tanpa sepengetahuannya dan dia menemukan beberapa upaya pengaturan ulang kata sandi dalam satu hari.
Perwakilan Meta, Andy Stone, mengumumkan di platform X bahwa masalah tersebut telah teratasi dan akun yang terpengaruh sedang diamankan.
Sumber-sumber keamanan siber mengungkapkan bahwa Meta merilis patch darurat selama akhir pekan dan mengkonfirmasi bahwa tidak ada basis data sistem yang diretas.
Meta sebelumnya telah menerapkan lapisan AI percakapan ini secara global sejak awal tahun ini untuk menggantikan sistem dukungan manusia yang seringkali kewalahan.
Di sini, peretas menginstruksikan chatbot untuk menautkan akun ke alamat email baru. Sistem kemudian mengirimkan kode verifikasi satu kali agar peretas dapat mengubah kata sandi.
Dengan cara ini, kelompok peretas tersebut berhasil menguasai sejumlah akun dengan nama pengguna pendek dan bernilai tinggi, yang diperkirakan bernilai lebih dari $500.000 di pasar gelap.
Jane Wong, seorang pakar keamanan siber, juga mengalami peretasan akun Instagram-nya. Dia mengatakan kata sandinya diubah tanpa sepengetahuannya dan dia menemukan beberapa upaya pengaturan ulang kata sandi dalam satu hari.
Perwakilan Meta, Andy Stone, mengumumkan di platform X bahwa masalah tersebut telah teratasi dan akun yang terpengaruh sedang diamankan.
Sumber-sumber keamanan siber mengungkapkan bahwa Meta merilis patch darurat selama akhir pekan dan mengkonfirmasi bahwa tidak ada basis data sistem yang diretas.
Meta sebelumnya telah menerapkan lapisan AI percakapan ini secara global sejak awal tahun ini untuk menggantikan sistem dukungan manusia yang seringkali kewalahan.
Lihat Juga :