Ambisi Gila Nvidia: Tanam Rp2.670 Triliun di Taiwan, Rombak Total Otak Komputer
Senin, 01 Juni 2026 - 18:02 WIB
Ada juga DLSS 4.5 Ray Reconstruction yang mengusung model transformer generasi kedua—siap hadir di Blender 5.3 dan puluhan game. Plus fitur RTX Video dengan 4x Frame Generation untuk ComfyUI.
Lebih dari 1.000 game dan aplikasi sudah mendukung teknologi baru ini. Lebih dari 100 penyedia software Windows merapat.
Sebut saja Blackmagic Design, CapCut, dan OTOY. Juga raksasa game seperti KRAFTON, NetEase, Remedy Entertainment, Riot Games, hingga XBOX.
Tentu langkah ini membuat raksasa lama berkeringat. Apple dan Intel mendapat tantangan berat.
Apalagi, pasar PC saat ini dikuasai segelintir nama. Lenovo, HP, Dell, dan Apple menguasai hampir 75 persen pangsa pasar global pada kuartal pertama tahun ini.
Dan tebak siapa yang langsung memborong RTX Spark? Lenovo, HP, Dell, ASUS, Microsoft Surface, dan MSI. Mereka siap melepas PC berotak RTX Spark musim gugur nanti. Disusul Acer dan GIGABYTE.
Nvidia bukan sekadar jualan cip. Perusahaan ini kini bernilai Rp89.000 triliun (setara USD5 triliun). Paling berharga di dunia.
Kunci masa depan yang dibaca Nvidia adalah Agen AI. Aplikasi pintar yang bisa bertindak mandiri.
"Tahun 2026 ini adalah tahunnya Agen AI," ujar Cristiano Amon, CEO Qualcomm yang juga hadir di Computex.
Selama ini, kata Amon, arsitektur perangkat dibuat berdasarkan perintah manusia. Kini harus diubah untuk bisa siaga terus menerus menuruti kemauan agen otonom.
Masalahnya, agen AI butuh keamanan super ketat. Tidak ada yang mau data pribadinya bocor saat AI membaca seluruh file lokal di PC.
Karena itu Nvidia dan Microsoft merancang perlindungan tingkat tinggi. Windows menghadirkan primitives keamanan baru. Nvidia menyuntikkan runtime NVIDIA OpenShell.
Pengguna bisa mengatur kebijakan ketat: apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh sang Agen AI.
Data pribadi bisa disamarkan sebelum ada kueri ke model cloud. Aplikasi open source populer dari GitHub atau OpenRouter, seperti OpenClaw dan Hermes Agent, kini bisa berjalan sangat aman di Windows.
Lebih dari 1.000 game dan aplikasi sudah mendukung teknologi baru ini. Lebih dari 100 penyedia software Windows merapat.
Sebut saja Blackmagic Design, CapCut, dan OTOY. Juga raksasa game seperti KRAFTON, NetEase, Remedy Entertainment, Riot Games, hingga XBOX.
Tentu langkah ini membuat raksasa lama berkeringat. Apple dan Intel mendapat tantangan berat.
Apalagi, pasar PC saat ini dikuasai segelintir nama. Lenovo, HP, Dell, dan Apple menguasai hampir 75 persen pangsa pasar global pada kuartal pertama tahun ini.
Dan tebak siapa yang langsung memborong RTX Spark? Lenovo, HP, Dell, ASUS, Microsoft Surface, dan MSI. Mereka siap melepas PC berotak RTX Spark musim gugur nanti. Disusul Acer dan GIGABYTE.
Nvidia bukan sekadar jualan cip. Perusahaan ini kini bernilai Rp89.000 triliun (setara USD5 triliun). Paling berharga di dunia.
Kunci masa depan yang dibaca Nvidia adalah Agen AI. Aplikasi pintar yang bisa bertindak mandiri.
"Tahun 2026 ini adalah tahunnya Agen AI," ujar Cristiano Amon, CEO Qualcomm yang juga hadir di Computex.
Selama ini, kata Amon, arsitektur perangkat dibuat berdasarkan perintah manusia. Kini harus diubah untuk bisa siaga terus menerus menuruti kemauan agen otonom.
Masalahnya, agen AI butuh keamanan super ketat. Tidak ada yang mau data pribadinya bocor saat AI membaca seluruh file lokal di PC.
Karena itu Nvidia dan Microsoft merancang perlindungan tingkat tinggi. Windows menghadirkan primitives keamanan baru. Nvidia menyuntikkan runtime NVIDIA OpenShell.
Pengguna bisa mengatur kebijakan ketat: apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh sang Agen AI.
Data pribadi bisa disamarkan sebelum ada kueri ke model cloud. Aplikasi open source populer dari GitHub atau OpenRouter, seperti OpenClaw dan Hermes Agent, kini bisa berjalan sangat aman di Windows.
Lihat Juga :