Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO

Jum'at, 22 Mei 2026 - 19:03 WIB
Proyek ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2018. Pada Mei 2026, laporan menunjukkan bahwa pengembangannya berada pada tahap akhir dan senjata ini akan segera memasuki layanan tempur resmi, memberikan tekanan signifikan pada kemampuan perang anti-kapal selam NATO saat ini.

Meskipun spesifikasi resminya masih dirahasiakan, Poseidon diyakini memiliki karakteristik teknis yang lebih unggul dibandingkan torpedo modern:

Penggerak nuklir: Memungkinkan perangkat untuk beroperasi pada jangkauan yang hampir tak terbatas dan tetap berada di bawah permukaan air untuk jangka waktu yang lama.

Kedalaman operasional: Perangkat ini dapat menyelam hingga kedalaman sekitar 1.000 meter, di luar jangkauan deteksi efektif sebagian besar sistem sonar dan senjata anti-kapal selam saat ini.

Kecepatan: Beberapa sumber militer Rusia mengindikasikan bahwa Poseidon dapat mencapai kecepatan 130 km/jam di bawah air, sehingga sangat sulit untuk dicegat dengan torpedo konvensional.

Tidak seperti rudal balistik antarbenua, yang jalur penerbangannya dapat dideteksi oleh radar dan satelit sejak dini, Poseidon beroperasi secara senyap di kedalaman laut. Kemampuannya untuk mendekati target dari arah yang tak terduga di laut menjadikannya senjata ofensif yang sangat berbahaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!