Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:52 WIB
Saat bergerak di atas Arktik, wahana antariksa tersebut dapat mencapai ketinggian hingga 121.000 km. ESA mengatakan orbit ini akan memungkinkan misi tersebut untuk mengamati Aurora Borealis secara terus menerus selama 45 jam untuk pertama kalinya.

SMILE berukuran sebesar truk pikap dan dirancang untuk mempelajari badai matahari – fenomena yang terjadi ketika angin matahari dan semburan plasma dari Matahari bertabrakan dengan perisai magnetik Bumi.

Ini juga menandai pertama kalinya para ilmuwan mengamati medan magnet Bumi menggunakan sinar-X.

Badai matahari dapat melumpuhkan satelit, memengaruhi keselamatan astronot dan operasi stasiun ruang angkasa. Namun, badai matahari juga menciptakan aurora yang spektakuler di kutub Bumi.

Misi SMILE akan berfokus pada pendeteksian sinar-X yang terbentuk ketika partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan partikel netral di atmosfer atas Bumi. Wahana antariksa ini dijadwalkan mulai mengumpulkan data hanya satu jam setelah memasuki orbit.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!