Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
Kamis, 21 Mei 2026 - 09:52 WIB
Badai Matahari. Foto/ NASA
MOSCOW - Pada tanggal 19 Mei, wahana antariksa SMILE – sebuah proyek kolaborasi antara Badan Antariksa Eropa dan AkademiIlmu Pengetahuan China – diluncurkan ke orbit untuk mempelajari badai matahari dan dampaknya terhadap medan magnet Bumi.
SMILE, singkatan dari Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer, diluncurkan oleh roket Vega-C pada pukul 03.52 pagi (waktu internasional) dari Pusat Antariksa Eropa di Kourou, Guyana Prancis, di pantai timur laut Amerika Selatan.
Sekitar 55 menit setelah lepas landas, wahana antariksa tersebut terpisah dari roket pada ketinggian sekitar 700 km untuk melanjutkan perjalanannya ke orbit elips besar, puluhan ribu kilometer di atas permukaan Bumi.
Sesuai rencana, saat terbang di atas Antartika, SMILE akan beroperasi pada ketinggian sekitar 5.000 km untuk mengirimkan data ke stasiun penelitian Bernardo O'Higgins.
SMILE, singkatan dari Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer, diluncurkan oleh roket Vega-C pada pukul 03.52 pagi (waktu internasional) dari Pusat Antariksa Eropa di Kourou, Guyana Prancis, di pantai timur laut Amerika Selatan.
Sekitar 55 menit setelah lepas landas, wahana antariksa tersebut terpisah dari roket pada ketinggian sekitar 700 km untuk melanjutkan perjalanannya ke orbit elips besar, puluhan ribu kilometer di atas permukaan Bumi.
Sesuai rencana, saat terbang di atas Antartika, SMILE akan beroperasi pada ketinggian sekitar 5.000 km untuk mengirimkan data ke stasiun penelitian Bernardo O'Higgins.
Lihat Juga :