Viral Rilis 160 File UFO Pentagon, Pakar Sebut Cuma Strategi Pengalihan Isu
Senin, 11 Mei 2026 - 08:47 WIB
Presiden Trump resmi merilis dokumen rahasia penampakan UFO, namun para ahli menyebut rekaman tersebut kurang berkualitas dan minim bukti teknologi luar angkasa. Foto: ist
AMERIKA - Dokumen rahasia mengenai fenomena anomali yang tidak teridentifikasi (UAP) atau UFO akhirnya dibuka oleh Presiden Donald Trump pada 8 Mei 2026. Namun isinya justru memicu perdebatan mengenai kualitas bukti yang dihadirkan.
Alih-alih menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa, publik justru disuguhi ratusan file lama dan rekaman video buram yang sulit diverifikasi secara ilmiah.
Langkah Pentagon merilis data ini diklaim sebagai bentuk "transparansi yang belum pernah ada sebelumnya."
Namun, para analis melihat ada ketimpangan antara jumlah dokumen yang banyak dengan kualitas informasi yang diberikan.
Data Teknis Perilisan Dokumen:
• Total File: Sekitar 160 dokumen rahasia telah dideklasifikasi.
• Rentang Waktu: Mencakup laporan dari tahun 1947 hingga penampakan terbaru pada Januari 2024.
• Lokasi Penampakan: Indo-Pasifik (2024), Timur Tengah (2013, 2020), Uni Emirat Arab (2023), dan Irak (2022).
Alih-alih menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa, publik justru disuguhi ratusan file lama dan rekaman video buram yang sulit diverifikasi secara ilmiah.
Langkah Pentagon merilis data ini diklaim sebagai bentuk "transparansi yang belum pernah ada sebelumnya."
Namun, para analis melihat ada ketimpangan antara jumlah dokumen yang banyak dengan kualitas informasi yang diberikan.
Data Teknis Perilisan Dokumen:
• Total File: Sekitar 160 dokumen rahasia telah dideklasifikasi.• Rentang Waktu: Mencakup laporan dari tahun 1947 hingga penampakan terbaru pada Januari 2024.
• Lokasi Penampakan: Indo-Pasifik (2024), Timur Tengah (2013, 2020), Uni Emirat Arab (2023), dan Irak (2022).
Lihat Juga :