Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Jum'at, 08 Mei 2026 - 20:29 WIB
Organisasi Meteorologi Dunia sebelumnya telah memperingatkan bahwa kondisi El Nino dapat terbentuk antara Mei dan Juli tahun ini. Beberapa lembaga meteorologi percaya bahwa El Nino yang akan datang bisa sangat kuat, bahkan mendekati peristiwa "super El Nino" yang terjadi sekitar tiga dekade lalu.
Para ilmuwan menekankan bahwa El Niño bukanlah satu-satunya penyebab suhu laut yang luar biasa hangat. Fenomena ini terjadi di tengah kondisi Bumi yang terus menderita dampak perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.
Saat ini, lautan menyerap sekitar 90% panas berlebih yang dihasilkan oleh manusia. Seiring dengan meningkatnya suhu laut dalam jangka waktu yang lama, ekosistem laut dapat mengalami kerusakan serius, termasuk pemutihan karang, hilangnya keanekaragaman hayati, dan gelombang panas laut yang berkepanjangan.
Copernicus mengatakan April 2026 akan menjadi bulan terpanas ketiga yang pernah tercatat secara global, dengan suhu rata-rata sekitar 1,43 derajat Celcius lebih tinggi daripada periode pra-industri tahun 1850-1900.
Es laut Arktik terus berada pada tingkat terendah mendekati rekor, sementara Eropa menghadapi risiko musim panas yang lebih kering dan lebih panas, yang menyebabkan peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.
Super El Niño berpotensi menjadikan tahun 2027 sebagai tahun terpanas dalam sejarah.
Para ilmuwan menekankan bahwa El Niño bukanlah satu-satunya penyebab suhu laut yang luar biasa hangat. Fenomena ini terjadi di tengah kondisi Bumi yang terus menderita dampak perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.
Saat ini, lautan menyerap sekitar 90% panas berlebih yang dihasilkan oleh manusia. Seiring dengan meningkatnya suhu laut dalam jangka waktu yang lama, ekosistem laut dapat mengalami kerusakan serius, termasuk pemutihan karang, hilangnya keanekaragaman hayati, dan gelombang panas laut yang berkepanjangan.
Copernicus mengatakan April 2026 akan menjadi bulan terpanas ketiga yang pernah tercatat secara global, dengan suhu rata-rata sekitar 1,43 derajat Celcius lebih tinggi daripada periode pra-industri tahun 1850-1900.
Es laut Arktik terus berada pada tingkat terendah mendekati rekor, sementara Eropa menghadapi risiko musim panas yang lebih kering dan lebih panas, yang menyebabkan peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.
Super El Niño berpotensi menjadikan tahun 2027 sebagai tahun terpanas dalam sejarah.
Lihat Juga :