Transformasi Digital Logistik Dorong Pemanfaatan IoT untuk Manajemen Armada
Selasa, 05 Mei 2026 - 20:10 WIB
Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK menghadirkan Smart Fleet Management System yang dirancang untuk membantu perusahaan memantau performa armada secara real-time, mengidentifikasi potensi inefisiensi, serta menghitung emisi karbon secara otomatis berdasarkan aktivitas kendaraan.
Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK, mengatakan, Saat ini tantangan terbesar dalam implementasi sustainability supply chain bukan lagi pada awareness, tetapi pada eksekusi berbasis data.
Dia menilai banyak perusahaan sudah memiliki komitmen ESG, tapi belum memiliki visibilitas data yang cukup untuk mengidentifikasi sumber inefisiensi dan emisi secara real-time. Namun, tanpa visibilitas data yang akurat, banyak perusahaan gagal menerjemahkan komitmen ESG menjadi aksi nyata di lapangan.
Melalui Smart Fleet Management System, kami ingin menghadirkan data yang actionable, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga pada penurunan emisi karbon secara konkret. “Ke depan, integrasi antara teknologi dan sustainability bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan utama dalam menjaga daya saing industri.”tuturnya.
Solusi tersebut disebut telah digunakan di berbagai sektor, termasuk logistik dan pertambangan, dengan capaian peningkatan produktivitas armada hingga 40% serta penurunan biaya operasional hingga 30%. Selain peningkatan efisiensi, sistem ini juga ditujukan untuk mendukung pelaporan emisi berbasis data aktivitas kendaraan.
Di sisi lain, penerapan teknologi dinilai perlu dibarengi dengan peningkatan kapabilitas tenaga kerja. TransTRACK Academy, sebagai platform pelatihan kompetensi profesional di bidang transportasi dan manajemen armada, menggelar Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains untuk memperkuat kesiapan SDM dalam mengimplementasikan strategi sustainability.
Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK, mengatakan, Saat ini tantangan terbesar dalam implementasi sustainability supply chain bukan lagi pada awareness, tetapi pada eksekusi berbasis data.
Dia menilai banyak perusahaan sudah memiliki komitmen ESG, tapi belum memiliki visibilitas data yang cukup untuk mengidentifikasi sumber inefisiensi dan emisi secara real-time. Namun, tanpa visibilitas data yang akurat, banyak perusahaan gagal menerjemahkan komitmen ESG menjadi aksi nyata di lapangan.
Melalui Smart Fleet Management System, kami ingin menghadirkan data yang actionable, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga pada penurunan emisi karbon secara konkret. “Ke depan, integrasi antara teknologi dan sustainability bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan utama dalam menjaga daya saing industri.”tuturnya.
Solusi tersebut disebut telah digunakan di berbagai sektor, termasuk logistik dan pertambangan, dengan capaian peningkatan produktivitas armada hingga 40% serta penurunan biaya operasional hingga 30%. Selain peningkatan efisiensi, sistem ini juga ditujukan untuk mendukung pelaporan emisi berbasis data aktivitas kendaraan.
Di sisi lain, penerapan teknologi dinilai perlu dibarengi dengan peningkatan kapabilitas tenaga kerja. TransTRACK Academy, sebagai platform pelatihan kompetensi profesional di bidang transportasi dan manajemen armada, menggelar Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains untuk memperkuat kesiapan SDM dalam mengimplementasikan strategi sustainability.
Lihat Juga :