Dua Lubang Hitam Supermasif Bergabung di Tata Surya

Selasa, 05 Mei 2026 - 11:47 WIB
Tim peneliti menganalisis galaksi Mark 501, yang terletak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Bumi, menggunakan data pengamatan dari teleskop radio selama 23 tahun. Sebelumnya, pusat galaksi ini dianggap sebagai quasar yang digerakkan oleh satu lubang hitam, yang memancarkan aliran energi terang dari intinya.

Namun, pengamatan baru telah mengungkap aliran jet kedua yang tersembunyi, yang menunjukkan keberadaan dua lubang hitam supermasif yang mengorbit satu sama lain. Setiap aliran jet didukung oleh lubang hitam supermasif terpisah dengan massa berkisar antara 100 juta hingga 1 miliar kali massa Matahari.

Studi tersebut menunjukkan bahwa kedua lubang hitam ini saat ini mengorbit satu sama lain searah jarum jam, dengan periode orbit sekitar 121 hari, dan jarak antara keduanya hanya 250 hingga 540 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Seiring dengan penyempitan orbit mereka secara bertahap, mereka akhirnya akan bergabung.

Para peneliti menunjukkan bahwa jika kedua lubang hitam ini bertabrakan, mereka akan melepaskan gelombang gravitasi yang sangat kuat, berpotensi jauh melebihi intensitas penggabungan lubang hitam bermassa bintang yang pernah terdeteksi sebelumnya.

Jika prediksi ini akurat, detektor gelombang gravitasi di Bumi di masa depan dapat langsung menerima sinyal ini, memberikan petunjuk penting untuk membantu para ilmuwan memahami pembentukan dan evolusi lubang hitam supermasif.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!