Risiko Kerusakan Otak Akibat Keseringan Gunakan AI
Senin, 27 April 2026 - 17:23 WIB
Tim peneliti menjelaskan fenomena tersebut melalui dua mekanisme. Pertama, terjadi pergeseran ekspektasi. Begitu otak terbiasa menerima jawaban dalam hitungan detik, tugas yang membutuhkan konsentrasi lebih dari tiga menit terasa sangat berat.
Kedua, terjadi hilangnya penilaian diri, karena proses bergulat dengan suatu masalah dan menemukan jawabannya membantu peserta didik memahami keterbatasan dan kemampuan mereka sendiri.
Terakhir, MIT juga menerbitkan penelitiannya sendiri yang menunjukkan bahwa orang yang menggunakan AI untuk menulis esai panjang seringkali tidak dapat mengingat isinya dan bahkan tidak mengenali karya mereka sendiri dalam tes selanjutnya.
Tim peneliti menamai fenomena ini "hutang kognitif," di mana pengguna mengonsumsi konten tanpa berpikir kritis, menyebabkan otak kehilangan kemampuannya untuk mengingat.
Kedua, terjadi hilangnya penilaian diri, karena proses bergulat dengan suatu masalah dan menemukan jawabannya membantu peserta didik memahami keterbatasan dan kemampuan mereka sendiri.
Terakhir, MIT juga menerbitkan penelitiannya sendiri yang menunjukkan bahwa orang yang menggunakan AI untuk menulis esai panjang seringkali tidak dapat mengingat isinya dan bahkan tidak mengenali karya mereka sendiri dalam tes selanjutnya.
Tim peneliti menamai fenomena ini "hutang kognitif," di mana pengguna mengonsumsi konten tanpa berpikir kritis, menyebabkan otak kehilangan kemampuannya untuk mengingat.
(wbs)
Lihat Juga :