Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?

Selasa, 21 April 2026 - 08:53 WIB
Ketiga, efisiensi karyawan. Di era AI, perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Meta memangkas jumlah karyawan besar-besaran. Apple, yang diperkirakan punya 160.000 karyawan global, mungkin harus melakukan penyesuaian serupa untuk mengamankan dukungan Wall Street.

Keempat, masa depan Apple TV+. Apple sudah membakar uang hampir USD30 miliar (sekitar Rp 510 triliun) untuk konten orisinal. Namun, hits-nya sangat minim dibanding Netflix. Ternus harus memutuskan: lanjut bakar uang atau tarik rem.



Kelima, merombak tim manajemen. Sebagai CEO baru, wajar jika ia akan membawa "gerbongnya" sendiri untuk menduduki posisi-posisi strategis.

Keenam, lobi politik ke Donald Trump. Tim Cook adalah master lobi. Ia sukses menjinakkan kebijakan-kebijakan tak terduga Trump di masa lalu. Ternus, sang insinyur, kini harus belajar ilmu politik level tinggi ini. Cepat atau lambat.

Ketujuh, meyakinkan pemegang saham terbesar. Berkshire Hathaway memegang saham Apple senilai USD 62 miliar (sekitar Rp 1.054 triliun). Ternus harus segera membangun hubungan baik dengan Greg Abel, CEO baru penerus Warren Buffett di Berkshire, untuk memastikan dukungan modal tetap aman.

Ternus masuk di usia emas perusahaan (50 tahun), namun di era persaingan teknologi yang paling sengit. Kita tunggu saja, apakah sang insinyur mesin ini bisa membawa Apple terbang lebih tinggi, atau justru tersandung ekspektasi masa lalu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!