Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?

Selasa, 21 April 2026 - 08:53 WIB
loading...
Siapa John Ternus, Bos...
Apple resmi menunjuk John Ternus, veteran insinyur perangkat keras yang telah mengabdi 25 tahun, sebagai CEO baru menggantikan Tim Cook untuk membawa perusahaan melewati masa transisi kritis di era kecerdasan buatan (AI). Foto: Apple
A A A
JAKARTA - Tim Cook akhirnya turun takhta. Senin (21/4/2026), Apple mengumumkan CEO mereka itu akan mundur pada 1 September mendatang.
Penggantinya sudah disiapkan: John Ternus. Usianya belum 50 tahun.

Cook tidak pergi ke mana-mana. Ia hanya geser kursi. Pria 65 tahun itu akan naik menjadi Ketua Eksekutif (Executive Chairman). Sementara Ternus, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Rekayasa Perangkat Keras (Senior Vice President of Hardware Engineering), akan memegang kendali harian raksasa teknologi senilai USD4 triliun (sekitar Rp 68.000 triliun) tersebut.

Siapa sebenarnya John Ternus?

Berbeda dengan Cook yang ahli rantai pasok dan logistik, Ternus adalah seorang insinyur murni. Lulusan teknik mesin dari Universitas Pennsylvania. Ia bergabung dengan tim desain produk Apple sejak tahun 2001.

Artinya, ia sudah 25 tahun di sana. Ia juga pernah merasakan langsung bekerja di bawah asuhan mendiang Steve Jobs.

Hampir semua produk modern Apple lahir dari campur tangannya. Mulai dari setiap generasi iPad, iPhone, hingga peluncuran AirPods dan Apple Watch.

Dialah sosok kunci di balik transisi besar komputer Mac dari cip Intel ke cip buatan Apple sendiri (Apple Silicon). Belakangan, timnya juga yang merancang MacBook Neo, iPhone 17 Pro, dan iPhone Air yang sangat tipis itu.

"John Ternus memiliki pikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas," puji Tim Cook.

Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?

Dipilihnya Ternus seolah menjadi jawaban Apple atas kritik yang selama ini dialamatkan pada era Cook: Apple dianggap kurang inovatif dan terlalu bermain aman.

Analis dari Forrester, Dipanjan Chatterjee, menyebut penunjukan Ternus adalah sinyal bahwa Apple mencari "diferensiasi".

Ternus harus bisa melepaskan Apple dari "gaya gravitasi iPhone" yang selama ini menjadi mesin uang utama mereka.

Tentu, tugas Ternus tidak akan mudah. Setidaknya ada tujuh beban berat yang sudah menantinya di meja kerja:

Pertama, mengejar ketertinggalan AI. Apple dianggap telat panas di arena kecerdasan buatan. Mereka bahkan harus menggandeng Google (memakai model Gemini AI) untuk merombak Siri. Ternus harus bisa membuktikan Apple mampu meracik AI yang relevan dan mandiri.

Kedua, hidup setelah iPhone. OpenAI dikabarkan sedang menyiapkan perangkat keras mandiri yang bisa mengancam dominasi ponsel pintar. Ternus harus memutar otak mencari bentuk perangkat masa depan Apple.

Rumornya, mereka akan merilis ponsel lipat dan kacamata pintar (smart glasses) dalam waktu dekat.

Ketiga, efisiensi karyawan. Di era AI, perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Meta memangkas jumlah karyawan besar-besaran. Apple, yang diperkirakan punya 160.000 karyawan global, mungkin harus melakukan penyesuaian serupa untuk mengamankan dukungan Wall Street.

Keempat, masa depan Apple TV+. Apple sudah membakar uang hampir USD30 miliar (sekitar Rp 510 triliun) untuk konten orisinal. Namun, hits-nya sangat minim dibanding Netflix. Ternus harus memutuskan: lanjut bakar uang atau tarik rem.

Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?

Kelima, merombak tim manajemen. Sebagai CEO baru, wajar jika ia akan membawa "gerbongnya" sendiri untuk menduduki posisi-posisi strategis.

Keenam, lobi politik ke Donald Trump. Tim Cook adalah master lobi. Ia sukses menjinakkan kebijakan-kebijakan tak terduga Trump di masa lalu. Ternus, sang insinyur, kini harus belajar ilmu politik level tinggi ini. Cepat atau lambat.

Ketujuh, meyakinkan pemegang saham terbesar. Berkshire Hathaway memegang saham Apple senilai USD 62 miliar (sekitar Rp 1.054 triliun). Ternus harus segera membangun hubungan baik dengan Greg Abel, CEO baru penerus Warren Buffett di Berkshire, untuk memastikan dukungan modal tetap aman.

Ternus masuk di usia emas perusahaan (50 tahun), namun di era persaingan teknologi yang paling sengit. Kita tunggu saja, apakah sang insinyur mesin ini bisa membawa Apple terbang lebih tinggi, atau justru tersandung ekspektasi masa lalu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Bocoran Spesifikasi...
Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 18 Series serta iPhone Ultra Foldable 2026
Teknologi Baru yang...
Teknologi Baru yang Akan Ada di iPhone 18 Pro Bocor
Era Baru Apple Dimulai:...
Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun
Akhir Era Tim Cook:...
Akhir Era Tim Cook: Mengenang CEO yang Tak Pernah Jadi Steve Jobs, Namun Membuat Investor Kaya Raya
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
PT GLI Bantah Giorgio...
PT GLI Bantah Giorgio Antonio CEO dan Pemilik Perusahaan, Ini Klarifikasi Lengkapnya!
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Rekomendasi
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved