Kiamat Gawai China di AS! Trump Siap Cekik Total Huawei, ZTE, hingga Router Wi-Fi
Senin, 06 April 2026 - 10:44 WIB
"Melarang kelanjutan impor dan pemasaran peralatan yang sebelumnya disahkan... diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dengan memitigasi risiko pada sektor komunikasi AS," tegas FCC dalam pernyataan resminya.
Aturan ketat ini dipastikan akan memutus urat nadi distribusi produk elektronik China di AS.
Gempuran regulasi ini tak datang tiba-tiba. Desember tahun lalu, FCC memblokir impor semua model drone baru China, disusul pelarangan impor model baru router konsumen (alat penghubung Wi-Fi) buatan China pekan lalu.
Hikvision sempat melawan balik lewat gugatan hukum pada Desember, menuding FCC "berusaha untuk secara retrospektif membatasi otorisasi hukum tanpa dasar hukum atau pembuktian yang memadai."
Namun, pengadilan banding AS menolak gugatan tersebut pada Februari 2025. FCC berjanji warga AS masih bisa menggunakan perangkat yang sudah terlanjur dibeli, namun penutupan keran impor akan segera dieksekusi begitu aturan diketuk palu guna menghindari lonjakan impor dadakan.
Pukulan AS nyatanya tidak hanya menyasar produk jadi (end-user), tetapi memukul langsung ke hulu peradaban digital: industri pembuatan cip (chipmaking).
Laporan Reuters mengungkap sebuah kelompok politisi lintas partai di AS merancang draf "MATCH Act". Targetnya sangat spesifik: mencekik SMIC, Hua Hong, Huawei, CXMT, dan YMTC (produsen cip papan atas China) agar tak bisa memperoleh apalagi menyervis alat manufaktur cip canggih yang tak mampu mereka buat sendiri.
Aturan ketat ini dipastikan akan memutus urat nadi distribusi produk elektronik China di AS.
Gempuran regulasi ini tak datang tiba-tiba. Desember tahun lalu, FCC memblokir impor semua model drone baru China, disusul pelarangan impor model baru router konsumen (alat penghubung Wi-Fi) buatan China pekan lalu.
Hikvision sempat melawan balik lewat gugatan hukum pada Desember, menuding FCC "berusaha untuk secara retrospektif membatasi otorisasi hukum tanpa dasar hukum atau pembuktian yang memadai."
Namun, pengadilan banding AS menolak gugatan tersebut pada Februari 2025. FCC berjanji warga AS masih bisa menggunakan perangkat yang sudah terlanjur dibeli, namun penutupan keran impor akan segera dieksekusi begitu aturan diketuk palu guna menghindari lonjakan impor dadakan.
Pukulan AS nyatanya tidak hanya menyasar produk jadi (end-user), tetapi memukul langsung ke hulu peradaban digital: industri pembuatan cip (chipmaking).
Laporan Reuters mengungkap sebuah kelompok politisi lintas partai di AS merancang draf "MATCH Act". Targetnya sangat spesifik: mencekik SMIC, Hua Hong, Huawei, CXMT, dan YMTC (produsen cip papan atas China) agar tak bisa memperoleh apalagi menyervis alat manufaktur cip canggih yang tak mampu mereka buat sendiri.
Lihat Juga :