Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus Memicu Kontroversi Ilmiah, Ini Alasannya
Jum'at, 03 April 2026 - 18:19 WIB
Sebelumnya, Organoid dan VML berkolaborasi untuk menciptakan bakso raksasa pada tahun 2023 dengan menggabungkan DNA mammoth berbulu dengan sel domba.
Thomas Mitchell, CEO dari The Organoid Company, mengatakan bahwa proses pengembangan tas "kulit Tyrannosaurus Rex" ini menghadapi banyak tantangan teknis.
Sementara itu, Che Connon dari Lab-Grown Leather Ltd., produsen kulit yang terbuat dari kolagen yang dimodifikasi, mencatat bahwa asal "T. rex" memberikan daya tarik unik pada produk tersebut.
"Ini bukan hanya alternatif ramah lingkungan pengganti kulit asli, tetapi juga peningkatan teknologi," tambahnya.
Namun, beberapa ilmuwan skeptis terhadap konsep "kulit T. rex," dengan alasan bahwa material dari spesies hewan lain masih dibutuhkan.
Thomas Mitchell, CEO dari The Organoid Company, mengatakan bahwa proses pengembangan tas "kulit Tyrannosaurus Rex" ini menghadapi banyak tantangan teknis.
Sementara itu, Che Connon dari Lab-Grown Leather Ltd., produsen kulit yang terbuat dari kolagen yang dimodifikasi, mencatat bahwa asal "T. rex" memberikan daya tarik unik pada produk tersebut.
"Ini bukan hanya alternatif ramah lingkungan pengganti kulit asli, tetapi juga peningkatan teknologi," tambahnya.
Namun, beberapa ilmuwan skeptis terhadap konsep "kulit T. rex," dengan alasan bahwa material dari spesies hewan lain masih dibutuhkan.
Lihat Juga :