Dua Kapal China Nekat Tembus Selat Hormuz, Ternyata Gunakan Taktik Ini
Selasa, 31 Maret 2026 - 15:37 WIB
Sejak perang berkecamuk, ratusan kapal dari berbagai negara — dengan lebih dari 20.000 pelaut di dalamnya — terjebak di dalam Teluk Persia. Ekspor energi berskala raksasa, termasuk minyak mentah Arab Saudi dan gas alam cair (LNG) dari Qatar, praktis terhenti total.
Iran, yang melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan mengancam akan terus melakukannya, menjadi momok yang membuat perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko. Ancaman itu nyata: ranjau terapung, rudal, dan serangan drone siap menyambut siapa saja yang berani melintas tanpa izin Teheran.
COSCO sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada klien tertanggal 25 Maret 2026, menyatakan pihaknya melanjutkan pemesanan kargo umum untuk pengiriman dari Asia ke kawasan Teluk, mencakup Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Irak.
Namun pihak COSCO belum memberikan komentar resmi atas keberhasilan pelintasan ini.
Taktik yang digunakan kapal-kapal berani ini pun bukan main-main. Menurut sumber-sumber yang berbicara kepada Reuters, sejumlah kapal mematikan transponder AIS — alat pemancar posisi — dan memilih berlayar di malam hari agar tidak mudah terdeteksi.
Iran, yang melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan mengancam akan terus melakukannya, menjadi momok yang membuat perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko. Ancaman itu nyata: ranjau terapung, rudal, dan serangan drone siap menyambut siapa saja yang berani melintas tanpa izin Teheran.
COSCO sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada klien tertanggal 25 Maret 2026, menyatakan pihaknya melanjutkan pemesanan kargo umum untuk pengiriman dari Asia ke kawasan Teluk, mencakup Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Irak.
Namun pihak COSCO belum memberikan komentar resmi atas keberhasilan pelintasan ini.
Taktik yang digunakan kapal-kapal berani ini pun bukan main-main. Menurut sumber-sumber yang berbicara kepada Reuters, sejumlah kapal mematikan transponder AIS — alat pemancar posisi — dan memilih berlayar di malam hari agar tidak mudah terdeteksi.
Lihat Juga :