Bakar Uang Rp2.295 Triliun, tapi Nggak Ada yang Mau Gunakan AI Buatan Meta

Senin, 16 Maret 2026 - 11:40 WIB
Pada 2026, komitmen capex Meta diprediksi mencapai angka fantastis antara Rp1.955.000.000.000.000 hingga Rp2.295.000.000.000.000 (setara USD115-USD135 miliar).

Angka ini lebih besar dari anggaran pembangunan banyak negara, namun efektivitasnya dalam menumbangkan OpenAI masih nihil.

Secara finansial, Meta sebenarnya masih sangat perkasa. Pada kuartal IV-2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.018.130.000.000.000 (USD59,89 miliar), tumbuh 24 persen secara tahunan.

Laba per saham atau EPS mencapai Rp150.960 (USD8,88), melampaui estimasi pasar sebesar 8 persen.

Namun, ada luka di balik angka cantik itu: margin operasional mereka menyusut dari 48 persen menjadi 41 persen. Penyebabnya jelas, biaya investasi AI membengkak jauh lebih cepat daripada pemasukan yang dihasilkan.

Masalah teknis semakin memperkeruh suasana. Meta tampak kesulitan meluncurkan model bahasa besar (LLM) yang benar-benar kompetitif. Laporan menyebutkan peluncuran model "Avocado" ditunda hingga Mei 2026 atau lebih lama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!