Membongkar Peran Drone Murah dan AI di Balik Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Kamis, 05 Maret 2026 - 09:34 WIB
Menggabungkan perangkat militer mahal dan murah secara serentak "bukanlah sesuatu yang pernah dilakukan AS sebelumnya. Ini adalah cara peperangan yang baru," jelas Pence.

Langkah taktis ini terwujud setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada tahun lalu memerintahkan militernya untuk mendominasi teknologi pesawat nirawak.

"Mata Tuhan" Palantir dan Kecerdasan Buatan

Bagaimana AS dan Israel tahu persis waktu dan lokasi berkumpulnya Ali Khamenei dan pejabat tingginya di Teheran?

Jawabannya ada pada analisis data. Laporan menyebutkan bahwa CIA dan intelijen Israel telah melacak pergerakan Ayatollah selama berbulan-bulan lamanya.

Militer AS diketahui adalah klien utama Palantir Technologies Inc., raksasa analitik data asal Denver.

Cara kerja Palantir sangat luar biasa: perangkat lunak AI mereka menyedot miliaran data dari kamera drone dan sensor di lapangan, lalu meraciknya menjadi "kembaran digital" (digital twin) tiga dimensi dari lokasi fisik sebenarnya.

Berbekal peta virtual inilah, jenderal-jenderal AS bisa menentukan titik tembak dengan akurasi presisi secara seketika (real-time).

"Iran tidak mampu menghindari sistem Intelijen dan Pelacakan Sangat Canggih milik kami dan, dengan bekerja sama erat bersama Israel, tidak ada satu hal pun yang bisa dia, atau pemimpin lain yang terbunuh bersamanya, lakukan," umbar Presiden AS Donald Trump dalam platform media sosialnya akhir pekan lalu.

Peran AI tidak berhenti di situ. Militer AS terbukti rakus menggunakan teknologi Model Bahasa Besar (Large Language Model/LLM).



Sejumlah laporan membeberkan bahwa platform Claude buatan Anthropic PBC (yang juga merupakan perusahaan LLM pertama penyedia jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS) turut digunakan selama operasi penyerangan tersebut.

Fakta ini memunculkan ironi tersendiri. Pasalnya, hanya sehari sebelumnya, Presiden Trump memerintahkan seluruh lembaga federal untuk berhenti menggunakan produk Anthropic dengan tuduhan perusahaan tersebut lebih memaksa pemerintah mematuhi ketentuan layanannya ketimbang mematuhi konstitusi AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!