Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar

Rabu, 04 Maret 2026 - 11:06 WIB
Ketidakpastian pasokan energi akibat lumpuhnya Selat Hormuz memicu ketakutan akan inflasi global yang parah.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump dari Gedung Putih bahwa operasi militer skala besar terus berlanjut untuk menghancurkan rudal Iran, justru membuat pemodal raksasa lari dari uang tunai.

Logika ini terbukti saat emas (XAUT) kompak naik 1,3 persen ke level USD5.300 per ons.

Menariknya, perak (SLVON) justru anjlok tajam 7 persen ke level USD88 per ons, menandakan investor hanya memilih aset-aset "kelas kakap" sebagai pelindung nilai mereka.

Fenomena pembalikan arah ini dimanfaatkan betul oleh institusi. Perusahaan investasi Strategy Inc malah makin agresif memborong 3.015 koin BTC senilai kurang lebih USD204 juta antara 23 Februari hingga 1 Maret.

Pembelian ini dilakukan di harga rata-rata USD67.700 koin.

Kini, Strategy Inc memiliki "harta karun" total 720.737 BTC dengan akumulasi biaya akuisisi mencapai USD54,77 miliar (rata-rata modal USD75.985 per BTC).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!