Honor Magic V6 dan Ponsel Robotik: Strategi Honor Melawan Dominasi Apple dan Samsung
Selasa, 03 Maret 2026 - 17:16 WIB
Di balik bodinya yang tipis, Magic V6 dibekali "otak" terbaru dari Amerika Serikat, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Ponsel ini dijadwalkan dijual di China pada Maret 2026, sebelum menyapa pasar internasional di akhir tahun. Meski spesifikasinya mumpuni, Honor masih merahasiakan harga pastinya.
Mengapa Honor melakukan ini? Data menunjukkan bahwa di China, Honor berada di posisi keenam dengan pangsa pasar sekitar 13 persen.
Namun di pasar global, khususnya Eropa, mereka masih menjadi pemain kecil dengan pangsa pasar hanya 3 persen pada 2025.
Francisco Jeronimo, Wakil Presiden Data dan Analitik di IDC, menilai peluncuran ini lebih kepada strategi pemasaran untuk menciptakan perbincangan (buzz) global. "Ini adalah inovasi untuk menunjukkan kemampuan mereka. Akan sangat menarik perhatian, meski menjual ponsel mahal di tengah krisis tetap akan menjadi tantangan berat," ungkapnya kepada CNBC.
Tak berhenti di ponsel, Honor juga memberi bocoran mengenai robot humanoid (robot menyerupai manusia) pertama mereka. Robot ini dirancang untuk fungsi yang sangat spesifik dalam kehidupan sehari-hari: menjadi asisten belanja, melakukan inspeksi di tempat kerja, hingga menjadi pendamping yang memberikan dukungan emosional bagi pemiliknya.
Di 2026 ini, Honor tampaknya ingin menegaskan bahwa mereka bukan lagi sekadar pembuat alat komunikasi, melainkan perusahaan robotika yang sedang berusaha mengubah cara manusia berinteraksi dengan mesin.
Mengapa Honor melakukan ini? Data menunjukkan bahwa di China, Honor berada di posisi keenam dengan pangsa pasar sekitar 13 persen.
Namun di pasar global, khususnya Eropa, mereka masih menjadi pemain kecil dengan pangsa pasar hanya 3 persen pada 2025.
Francisco Jeronimo, Wakil Presiden Data dan Analitik di IDC, menilai peluncuran ini lebih kepada strategi pemasaran untuk menciptakan perbincangan (buzz) global. "Ini adalah inovasi untuk menunjukkan kemampuan mereka. Akan sangat menarik perhatian, meski menjual ponsel mahal di tengah krisis tetap akan menjadi tantangan berat," ungkapnya kepada CNBC.
Tak berhenti di ponsel, Honor juga memberi bocoran mengenai robot humanoid (robot menyerupai manusia) pertama mereka. Robot ini dirancang untuk fungsi yang sangat spesifik dalam kehidupan sehari-hari: menjadi asisten belanja, melakukan inspeksi di tempat kerja, hingga menjadi pendamping yang memberikan dukungan emosional bagi pemiliknya.
Di 2026 ini, Honor tampaknya ingin menegaskan bahwa mereka bukan lagi sekadar pembuat alat komunikasi, melainkan perusahaan robotika yang sedang berusaha mengubah cara manusia berinteraksi dengan mesin.
(dan)
Lihat Juga :