27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran, Ini Hitungannya
Selasa, 03 Maret 2026 - 12:03 WIB
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran. FOTO/ DAILY
TEHERAN - Iran terus menghujani negara-negara tetangganya dengan rudal setelah serangan gabungan AS-Israel pada akhir pekan lalu. Yang mengakibatkan Pemimpin tertingginya, Ayatollah Al Khamenei, tewas.
Meskipun demikian, ada kekhawatiran bahwa serangan dapat meluas ke luar wilayah tersebut, mengingat persenjataan Iran memiliki kemampuan untuk menyerang lebih jauh daripada zona dampak saat ini. Laporan menunjukkan bahwa rudal Iran memiliki jangkauan sekitar 1.240 mil.
Jangkauan ini memungkinkan proyektil tersebut untuk mengenai dua destinasi liburan tambahan yang digemari warga Inggris selain Dubai dan Siprus – Mesir dan Turki, laporMirror.
Meskipun keduanya belum pernah menghadapi pemboman, keduanya memiliki fasilitas militer Amerika. Pangkalan Udara Incirlik di Adana, Turki, saat ini menampung sekitar 5.000 personel Angkatan Udara AS.
Merujuk laporan Stars and Stripes serta data dari Iran Watch, rudal terjauh yang dimiliki Iran saat ini memiliki jangkauan sekitar 5.000 kilometer. Sementara jarak antara Teheran dan Washington DC mencapai sekitar 10.000 kilometer.
Artinya, bahkan rudal jarak menengah terkuat Iran masih berada jauh di bawah jarak yang dibutuhkan untuk menjangkau daratan utama Amerika Serikat.
AS–'Israel' Iran memang memiliki spektrum persenjataan rudal yang luas, mulai dari SRBM (Short-Range Ballistic Missile) hingga MRBM (Medium-Range Ballistic Missile), serta rudal jelajah dan roket peluncur satelit.
Beberapa rudal jarak pendek seperti Shahab-1 dan Shahab-2 hanya mampu menjangkau 300 hingga 500 kilometer. Rudal seperti Qiam-1, Zolfaghar, dan Dezful mampu menjangkau hingga 1.000 kilometer.
Untuk kategori jarak menengah, Iran mengandalkan Shahab-3, Emad, Ghadr, dan Sejjil dengan jangkauan sekitar 1.300 hingga 2.000 kilometer. Varian Khorramshahr bahkan diklaim mampu mencapai 3.000 kilometer.
Fokus ke target regional Karena keterbatasan tersebut, strategi militer Iran difokuskan pada target yang realistis secara geografis: pangkalan militer AS di Timur Tengah dan wilayah “Israel”.
Rudal jarak menengah Iran cukup untuk menjangkau seluruh wilayah “Israel” serta instalasi militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Dalam konteks ini, kemampuan 1.500 hingga 2.500 kilometer sudah lebih dari memadai untuk menciptakan tekanan.
Sejjil dan keunggulan bahan bakar padat Salah satu rudal yang menjadi sorotan adalah Sejjil. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat, sehingga dapat diluncurkan lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair yang membutuhkan waktu persiapan lebih lama.
Selain itu, Iran memiliki rudal jelajah seperti Soumar dan Hoveizeh yang mampu terbang rendah mengikuti kontur medan. Karakteristik ini membuatnya lebih sulit dideteksi radar dibanding rudal balistik konvensional.
Meskipun demikian, ada kekhawatiran bahwa serangan dapat meluas ke luar wilayah tersebut, mengingat persenjataan Iran memiliki kemampuan untuk menyerang lebih jauh daripada zona dampak saat ini. Laporan menunjukkan bahwa rudal Iran memiliki jangkauan sekitar 1.240 mil.
Jangkauan ini memungkinkan proyektil tersebut untuk mengenai dua destinasi liburan tambahan yang digemari warga Inggris selain Dubai dan Siprus – Mesir dan Turki, laporMirror.
Meskipun keduanya belum pernah menghadapi pemboman, keduanya memiliki fasilitas militer Amerika. Pangkalan Udara Incirlik di Adana, Turki, saat ini menampung sekitar 5.000 personel Angkatan Udara AS.
Merujuk laporan Stars and Stripes serta data dari Iran Watch, rudal terjauh yang dimiliki Iran saat ini memiliki jangkauan sekitar 5.000 kilometer. Sementara jarak antara Teheran dan Washington DC mencapai sekitar 10.000 kilometer.
Artinya, bahkan rudal jarak menengah terkuat Iran masih berada jauh di bawah jarak yang dibutuhkan untuk menjangkau daratan utama Amerika Serikat.
AS–'Israel' Iran memang memiliki spektrum persenjataan rudal yang luas, mulai dari SRBM (Short-Range Ballistic Missile) hingga MRBM (Medium-Range Ballistic Missile), serta rudal jelajah dan roket peluncur satelit.
Beberapa rudal jarak pendek seperti Shahab-1 dan Shahab-2 hanya mampu menjangkau 300 hingga 500 kilometer. Rudal seperti Qiam-1, Zolfaghar, dan Dezful mampu menjangkau hingga 1.000 kilometer.
Untuk kategori jarak menengah, Iran mengandalkan Shahab-3, Emad, Ghadr, dan Sejjil dengan jangkauan sekitar 1.300 hingga 2.000 kilometer. Varian Khorramshahr bahkan diklaim mampu mencapai 3.000 kilometer.
Fokus ke target regional Karena keterbatasan tersebut, strategi militer Iran difokuskan pada target yang realistis secara geografis: pangkalan militer AS di Timur Tengah dan wilayah “Israel”.
Rudal jarak menengah Iran cukup untuk menjangkau seluruh wilayah “Israel” serta instalasi militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Dalam konteks ini, kemampuan 1.500 hingga 2.500 kilometer sudah lebih dari memadai untuk menciptakan tekanan.
Sejjil dan keunggulan bahan bakar padat Salah satu rudal yang menjadi sorotan adalah Sejjil. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat, sehingga dapat diluncurkan lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair yang membutuhkan waktu persiapan lebih lama.
Selain itu, Iran memiliki rudal jelajah seperti Soumar dan Hoveizeh yang mampu terbang rendah mengikuti kontur medan. Karakteristik ini membuatnya lebih sulit dideteksi radar dibanding rudal balistik konvensional.
Lihat Juga :