Chip Langka, Harga Melonjak: Pasar Smartphone Diprediksi Turun di 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:16 WIB

Galaxy S26: AI Jadi Andalan

Samsung memasarkan Galaxy S26 sebagai generasi ketiga AI Phone setelah S24.

Perusahaan menonjolkan peningkatan kecepatan prosesor, fitur AI untuk pengeditan foto, pemindaian dokumen, serta fitur privacy display pada S26 Ultra yang diklaim sebagai yang pertama di dunia—mengontrol penyebaran cahaya piksel agar layar sulit dilihat dari samping.

Ben Wood menyebut ada kemajuan dalam mempermudah penggunaan AI.

“Samsung mengambil langkah positif untuk membuat fitur AI lebih mudah digunakan konsumen. Namun konsumen masih akan mempertanyakan nilai tambahnya saat ini,” ujarnya.

Pertanyaannya, apakah konsumen rela membayar tambahan Rp1,6 juta demi fitur AI yang belum tentu dianggap esensial?

Tren 2026: Harga Naik, Permintaan Turun

Pasar smartphone 2026 menghadapi paradoks: harga naik, permintaan turun.

Jika biaya memori terus meningkat dan ASP naik 6,9 persen secara global, maka era smartphone terjangkau dengan spesifikasi tinggi berpotensi berakhir.

Segmen premium relatif lebih aman karena memiliki ruang margin. Samsung dan Apple disebut paling siap menghadapi krisis karena skala dan integrasi vertikal.

Namun pemain lain yang margin-nya lebih tipis akan menghadapi tekanan berat.

Jika biaya memori tetap tinggi hingga 2027 atau bahkan awal 2028, seperti diprediksi analis, maka industri smartphone akan memasuki fase konsolidasi dan rasionalisasi produk.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!