Kupas Tuntas Galaxy S26 Ultra: Terobosan Layar Anti-Intip, AI Proaktif, dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Kamis, 26 Februari 2026 - 11:10 WIB
Lensa utama ini dikawal oleh kamera ultra-wide 50 MP (F1.9), serta sistem telefoto ganda: 50 MP (10x zoom kualitas optik, 5x zoom optik murni, OIS F2.9) dan 10 MP (3x zoom optik, OIS F2.4). Kamera depannya mengandalkan lensa 12 MP (F2.2).
Sementara itu, varian S26 dan S26+ mengalami penyusutan spesifikasi kamera. Keduanya dibekali kamera utama 50 MP (2x Kualitas Optik, OIS F1.8), ultra-wide 12 MP (F2.2), dan telefoto 10 MP (3x zoom optik, F2.4), dengan kamera depan identik 12 MP.
Teknologi ProScaler dan peningkatan AI ISP (Image Signal Processor) pada seluruh seri dijanjikan mampu membaca tekstur wajah dan warna kulit lebih natural.
Namun, di tengah gempuran ponsel pesaing yang menggandeng jenama kamera legendaris Eropa, reproduksi warna Samsung harus membuktikan diri tak lagi terjebak pada saturasi artifisial yang sering kali berlebihan.
Inti dari jualan utama S26 Series adalah Galaxy AI. Fitur Now Nudge dan Now Brief diperkenalkan untuk membaca konteks keseharian secara proaktif, mulai menyarankan foto di galeri hingga mengingatkan potensi jadwal bentrok di kalender tanpa diminta.
“Kami percaya AI harus menjadi sesuatu yang dapat diandalkan setiap hari, dirancang untuk bekerja secara konsisten bagi semua orang tanpa memerlukan keahlian khusus,” tegas TM Roh, President sekaligus Head of Device eXperience (DX) Division Samsung Electronics. "Melalui Galaxy S26 Series, kami berfokus menghadirkan AI yang terasa effortless."
Integrasi Circle to Search yang dikembangkan bersama Google, serta hadirnya dukungan agen asisten cerdas berbasis bahasa alami seperti Bixby terbaru, Gemini, hingga Perplexity, menunjukkan Samsung tak ingin pengguna repot beralih antar aplikasi.
Namun, fungsionalitas paripurna dari fitur percakapan AI dan pemesanan taksi otomatis semacam ini sering kali masih tersandung masalah lokalisasi bahasa daerah dan kesiapan infrastruktur digital di negara berkembang seperti Indonesia. “Fitur bahasa akan terus di-update, khususnya bahasa Indonesia,” beber Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.
Sebagai penyeimbang dari canggihnya AI yang haus data pribadi, Samsung memperkenalkan Privacy Display bawaan pada Galaxy S26 Ultra.
Alih-alih mengandalkan anti-gores privasi yang sering merusak kualitas warna, layar ini mengontrol arah penyebaran cahaya piksel secara langsung lewat hardware, membatasi sudut pandang orang di sekitar tanpa meredupkan visibilitas pengguna.
Dipadu sistem keamanan Samsung Knox yang terisolasi (Knox Vault) dan post-quantum cryptography (PQC), ini adalah langkah brilian untuk menjaga privasi di ruang publik.
Secara dimensi dan kapasitas, ketiga ponsel ini memiliki diferensiasi tegas. Varian paling ringkas, Galaxy S26, hadir dengan layar 6,3 inci FHD+ berbobot 167 gram dan dimensi 71,7 x 149,6 x 7,2 milimeter.
Sementara itu, varian S26 dan S26+ mengalami penyusutan spesifikasi kamera. Keduanya dibekali kamera utama 50 MP (2x Kualitas Optik, OIS F1.8), ultra-wide 12 MP (F2.2), dan telefoto 10 MP (3x zoom optik, F2.4), dengan kamera depan identik 12 MP.
Teknologi ProScaler dan peningkatan AI ISP (Image Signal Processor) pada seluruh seri dijanjikan mampu membaca tekstur wajah dan warna kulit lebih natural.
Namun, di tengah gempuran ponsel pesaing yang menggandeng jenama kamera legendaris Eropa, reproduksi warna Samsung harus membuktikan diri tak lagi terjebak pada saturasi artifisial yang sering kali berlebihan.
Inti dari jualan utama S26 Series adalah Galaxy AI. Fitur Now Nudge dan Now Brief diperkenalkan untuk membaca konteks keseharian secara proaktif, mulai menyarankan foto di galeri hingga mengingatkan potensi jadwal bentrok di kalender tanpa diminta.
“Kami percaya AI harus menjadi sesuatu yang dapat diandalkan setiap hari, dirancang untuk bekerja secara konsisten bagi semua orang tanpa memerlukan keahlian khusus,” tegas TM Roh, President sekaligus Head of Device eXperience (DX) Division Samsung Electronics. "Melalui Galaxy S26 Series, kami berfokus menghadirkan AI yang terasa effortless."
Integrasi Circle to Search yang dikembangkan bersama Google, serta hadirnya dukungan agen asisten cerdas berbasis bahasa alami seperti Bixby terbaru, Gemini, hingga Perplexity, menunjukkan Samsung tak ingin pengguna repot beralih antar aplikasi.
Namun, fungsionalitas paripurna dari fitur percakapan AI dan pemesanan taksi otomatis semacam ini sering kali masih tersandung masalah lokalisasi bahasa daerah dan kesiapan infrastruktur digital di negara berkembang seperti Indonesia. “Fitur bahasa akan terus di-update, khususnya bahasa Indonesia,” beber Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.
Sebagai penyeimbang dari canggihnya AI yang haus data pribadi, Samsung memperkenalkan Privacy Display bawaan pada Galaxy S26 Ultra.
Alih-alih mengandalkan anti-gores privasi yang sering merusak kualitas warna, layar ini mengontrol arah penyebaran cahaya piksel secara langsung lewat hardware, membatasi sudut pandang orang di sekitar tanpa meredupkan visibilitas pengguna.
Dipadu sistem keamanan Samsung Knox yang terisolasi (Knox Vault) dan post-quantum cryptography (PQC), ini adalah langkah brilian untuk menjaga privasi di ruang publik.
Secara dimensi dan kapasitas, ketiga ponsel ini memiliki diferensiasi tegas. Varian paling ringkas, Galaxy S26, hadir dengan layar 6,3 inci FHD+ berbobot 167 gram dan dimensi 71,7 x 149,6 x 7,2 milimeter.
Lihat Juga :