Era Adu Chipset Resmi Tamat! Ini Senjata On-Device AI Galaxy S Series yang Bikin HP Pesaing Kelihatan Kuno
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:23 WIB
Puncaknya terjadi pada awal 2024, ketika Samsung secara resmi menggebrak pasar dengan mengenalkan fondasi Galaxy AI pada lini Galaxy S24 Series.
Di peluncuran perdananya, sistem ini diluncurkan dengan 13 bahasa, namun dengan cepat diperluas, termasuk penambahan Bahasa Indonesia. Hingga penutup tahun 2024, teknologi ini telah menguasai 20 bahasa dan menjadi andalan operasional bagi lebih dari 200 juta perangkat secara global. Memasuki awal tahun 2026, ekspansi tersebut kian masif hingga berhasil merangkul lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia.
"Evolusi Galaxy AI bukan sekadar tentang peluncuran fitur, melainkan tentang demokratisasi teknologi," tegas Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia. "Dimulai dari Galaxy S24 di awal 2024, kini kami telah membawa pengalaman AI yang mulus ke lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem perangkat Samsung."
Galaxy S Series secara sistematis diposisikan sebagai pusat dari ekosistem cerdas yang saling terhubung ini. Berkolaborasi dengan raksasa teknologi seperti Google (melalui integrasi Gemini) dan Nota AI, Samsung terus menyempurnakan kemampuan pemrosesannya.
Jangkauan ketersediaan fitur ini pun kian tak terbatas, meluas dari ponsel layar lipat seperti Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6, berlanjut ke Z Fold7 dan Z Flip7 yang mengusung AI-Optimized FlexWindow serta enhanced multimodal AI, hingga menjalar ke tablet seri Tab S10, jam tangan pintar Watch8, pelantang telinga Galaxy Buds, dan lini peralatan rumah tangga cerdas Bespoke.
Ke depannya, Samsung bahkan memproyeksikan integrasi teknologi 6G untuk mendongkrak kemampuan kecerdasan buatan seluler ini lewat kecepatan jaringan ultra-tinggi.
"Dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun berkreasi," imbuh Ilham. "Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9% menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna."
Daftar Senjata AI Pendongkrak Produktivitas dan Kreativitas
Integrasi fitur-fitur ini menjadi tulang punggung efisiensi kerja. Berdasarkan data popularitas di 2025, Circle to Search with Google memimpin sebagai fitur paling dominan dengan tingkat penggunaan menyentuh 76 persen, merevolusi cara pengguna mencari informasi secara visual tanpa perlu repot berpindah aplikasi.
Di peluncuran perdananya, sistem ini diluncurkan dengan 13 bahasa, namun dengan cepat diperluas, termasuk penambahan Bahasa Indonesia. Hingga penutup tahun 2024, teknologi ini telah menguasai 20 bahasa dan menjadi andalan operasional bagi lebih dari 200 juta perangkat secara global. Memasuki awal tahun 2026, ekspansi tersebut kian masif hingga berhasil merangkul lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia.
"Evolusi Galaxy AI bukan sekadar tentang peluncuran fitur, melainkan tentang demokratisasi teknologi," tegas Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia. "Dimulai dari Galaxy S24 di awal 2024, kini kami telah membawa pengalaman AI yang mulus ke lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem perangkat Samsung."
Galaxy S Series secara sistematis diposisikan sebagai pusat dari ekosistem cerdas yang saling terhubung ini. Berkolaborasi dengan raksasa teknologi seperti Google (melalui integrasi Gemini) dan Nota AI, Samsung terus menyempurnakan kemampuan pemrosesannya.
Jangkauan ketersediaan fitur ini pun kian tak terbatas, meluas dari ponsel layar lipat seperti Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6, berlanjut ke Z Fold7 dan Z Flip7 yang mengusung AI-Optimized FlexWindow serta enhanced multimodal AI, hingga menjalar ke tablet seri Tab S10, jam tangan pintar Watch8, pelantang telinga Galaxy Buds, dan lini peralatan rumah tangga cerdas Bespoke.
Ke depannya, Samsung bahkan memproyeksikan integrasi teknologi 6G untuk mendongkrak kemampuan kecerdasan buatan seluler ini lewat kecepatan jaringan ultra-tinggi.
"Dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun berkreasi," imbuh Ilham. "Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9% menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna."
Daftar Senjata AI Pendongkrak Produktivitas dan Kreativitas
Integrasi fitur-fitur ini menjadi tulang punggung efisiensi kerja. Berdasarkan data popularitas di 2025, Circle to Search with Google memimpin sebagai fitur paling dominan dengan tingkat penggunaan menyentuh 76 persen, merevolusi cara pengguna mencari informasi secara visual tanpa perlu repot berpindah aplikasi.Lihat Juga :