Era Adu Chipset Resmi Tamat! Ini Senjata On-Device AI Galaxy S Series yang Bikin HP Pesaing Kelihatan Kuno

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:23 WIB
Integrasi On-Device AI pada lini Samsung Galaxy S Series telah mendefinisikan ulang standar kecerdasan buatan seluler di 2026, mengubah ponsel pintar dari sekadar alat komunikasi pasif menjadi asisten kerja proaktif. Foto: SEIN
JAKARTA - Tahun 2026 menandai titik balik dalam lanskap teknologi smartphone global. Kecerdasan buatan (AI) bertransisi dari sekadar fitur pelengkap yang "keren untuk dimiliki" menjadi "asisten kerja" yang tak terpisahkan.

Nah, lini Samsung Galaxy S Series memimpin perubahan ini lewat pendekatan On-Device AI. Yakni, terobosan pemrosesan data langsung di dalam perangkat keras yang menjamin privasi tingkat tinggi, respons instan tanpa jeda komputasi awan (cloud), dan selalu siap digunakan kapan saja.



Dulu Adu Chipset, Sekarang Adu AI

Dominasi kecerdasan buatan tidak lagi bisa dibantah di tren pasar smartphone flagship saat ini. Menurut data internal Samsung, tingkat penggunaan atau usage rate Galaxy AI di jajaran perangkat flagship melonjak drastis: dari 71,6 persen pada 2024 menjadi 86,9 persen di 2025.

Angka ini membuktikan bahwa hampir 9 dari 10 pengguna smartphone premium secara aktif mengandalkan AI untuk memangkas workflow (alur kerja) harian mereka.

Kunci dari arsitektur On-Device AI ini terletak pada perangkat kerasnya. Samsung membenamkan Neural Processing Unit (NPU) berkinerja tinggi ke dalam prosesor mutakhir mereka. Juga, berkolaborasi dengan Qualcomm Snapdragon untuk mengeksekusi AI generatif secara mandiri di dalam gawai.

Rekam Jejak Evolusi Ekosistem Raksasa

Perjalanan panjang Samsung membangun ekosistem AI dimulai sejak perkenalan asisten suara Bixby pada 2017.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!