Jmail Tembus 450 Juta Kunjungan: Menggali Skandal Epstein Lewat Antarmuka Gmail

Senin, 16 Februari 2026 - 11:51 WIB

Kloning Gmail untuk Membedah Skandal

Jmail adalah karya seniman internet Riley Walz dan pengembang perangkat lunak Luke Igel. Alat ini pertama kali diperkenalkan pada November 2025 sebagai bentuk "kloning" Gmail, namun dengan identitas pengguna yang seolah-olah masuk sebagai Epstein sendiri.

Luke Igel menjelaskan bahwa tantangan terbesar dari dokumen asli adalah tingkat keterbacaan yang buruk.

"Surel-surel tersebut sangat sulit dibaca," ujar Igel, merujuk pada format berkas yang terkubur dalam pindaian kasar.

Melalui teknologi pengenalan karakter optik (OCR) dan konversi teks berbasis kecerdasan buatan (AI), Jmail mengubah pindaian berkualitas rendah tersebut menjadi teks yang dapat dibaca dan dicari dengan mudah.

Perbedaan Gmail dan Jmail

Meskipun tampilannya menyerupai Gmail, Jmail memiliki detail unik yang membedakannya secara fungsional:

Antarmuka Visual: Logo Jmail memiliki ikon topi kecil, dengan foto profil Epstein yang tersenyum di sudut kanan atas.

Organisasi Sidebar: Jika Gmail menggunakan label, Jmail menyusun sidebar berdasarkan daftar individu yang berkorespondensi dengan Epstein.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!