Dari Bisu Jadi Triliuner: Raja TikTok Khaby Lame Teken Kontrak Rp14,3 Triliun!

Senin, 26 Januari 2026 - 08:59 WIB
Dalam skema kesepakatan ini, Lame tidak hanya menerima bayaran, tetapi akan menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle Holdings. Posisi ini menempatkannya bukan lagi sebagai mitra kreatif, melainkan sebagai pemangku kepentingan ekuitas utama dalam infrastruktur komersial yang dibangun di sekeliling nama besarnya.

"Ini bukan sekadar akuisisi ekuitas, tetapi sebuah revolusi dalam model e-commerce konten global," tulis pernyataan resmi perusahaan.

Logika pasar di balik kesepakatan ini sangat kuat. Kombinasi antara platform yang terdaftar di bursa AS, kekayaan intelektual (IP) konten yang diakui secara global, dan keahlian rantai pasok (supply chain), diproyeksikan dapat membuka nilai pemegang saham yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rich Sparkle bahkan telah membuat kalkulasi ambisius. Mereka memperkirakan bahwa struktur terintegrasi yang menggabungkan lalu lintas data (traffic), pemenuhan pesanan (fulfillment), operasi, dan teknologi milik sendiri ini pada akhirnya dapat menghasilkan penjualan tahunan lebih dari USD4 miliar atau sekitar Rp63,6 triliun setelah diimplementasikan sepenuhnya.

Target Pasar: Membidik Asia Tenggara dan Timur Tengah

Strategi komersial ini tidak akan disebar secara acak, melainkan terfokus pada wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat.

Peluncuran strategi ini awalnya akan difokuskan pada Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Eksekusi rencana ini dijadwalkan berjalan selama tiga tahun ke depan.

Pemilihan Asia Tenggara sebagai salah satu fokus utama sangat logis mengingat penetrasi media sosial dan social commerce yang
sangat tinggi di kawasan ini, termasuk Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!