Bukan Cuma Tren, Telkomsel IBFEST Series 10 Ajarkan Ribuan Pelajar Cimahi hingga Pontianak Jinakkan AI

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:01 WIB
Dalam lanskap pendidikan digital saat ini, kehadiran AI sering kali dipandang sebagai pedang bermata dua:

memudahkan namun berpotensi melenakan. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan bahwa ini hadir untuk memastikan generasi muda tidak hanya mengenal AI sebagai tren sesaat, tetapi mampu menggunakannya sebagai alat pemecahan masalah.

"AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator kreativitas dan kapabilitas manusia. Semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan," ujar Nugroho.

Pernyataan ini didukung oleh ekosistem pendukung Telkomsel lainnya seperti Ilmupedia dan Kuncie.

Senada dengan Nugroho, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menekankan pentingnya aspek tanggung jawab. "Pemerintah berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab," tegas Meutya.

Kurikulum Tiga Jalur: Dari Seni hingga Keamanan Siber

Kekuatan utama IBFEST Series 10 terletak pada kurikulum AI Camp Training yang terstruktur rapi ke dalam tiga jalur peminatan spesifik, dirancang untuk mengakomodasi beragam minat siswa SMA/SMK.

Pertama, jalur Creativa yang menyasar sisi artistik siswa. Di sini, peserta diajak mengeksplorasi seni digital berbantuan AI, mulai dari komposisi musik, produksi film pendek, poster bergerak, hingga ilustrasi naratif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!