Modus Baru Kuras Rekening: Hati-Hati Jebakan Refund QRIS Palsu Mengatasnamakan Ekspedisi
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:44 WIB
Modus Operandi: Memainkan Psikologi Korban
Analisis terhadap pola kejahatan ini menunjukkan adanya evolusi metode yang semakin canggih. Para pelaku tidak lagi sekadar menebar jaring acak, melainkan melakukan pendekatan terarah (targeted) dengan menyamar sebagai petugas layanan pelanggan (customer service).Berdasarkan laporan yang masuk ke Hotline Customer Service Center J&T Cargo, modus penipuan refund melalui QRIS menjadi tren kejahatan yang paling sering dilaporkan.
Skemanya terstruktur rapi: pelaku menghubungi pelanggan—seringkali melalui pesan instan WhatsApp—dengan dalih adanya kendala dalam pengiriman paket.
Di sinilah permainan psikologis dimulai. Pelaku menciptakan situasi mendesak (sense of urgency) yang membuat korban panik, misalnya dengan mengatakan paket tertahan, rusak, atau hilang.
Sebagai solusi, pelaku menawarkan pengembalian dana (refund) instan. Korban kemudian dikirimi sebuah kode QRIS. Dengan manipulasi verbal, korban digiring untuk memindai kode tersebut dengan narasi bahwa dana akan masuk ke rekening mereka.
Padahal, secara logika sistem pembayaran digital, memindai QRIS adalah mekanisme untuk mentransfer dana keluar (membayar), bukan menerima dana.
Ketidaktahuan akan mekanisme dasar inilah yang dimanfaatkan penipu. Saat korban memasukkan PIN, alih-alih menerima refund, saldo mereka justru berpindah ke rekening pelaku.
Lihat Juga :