Sebelum Ditangkap AS, Maduro Pamer Huawei Mate X6: Klaim Tak Bisa Diretas

Rabu, 07 Januari 2026 - 18:12 WIB
Huawei merespons dengan mempercepat pengembangan teknologi domestik: sistem operasi HarmonyOS dan prosesor Kirin buatan sendiri. Teorinya, langkah ini memang mengurangi ketergantungan pada perangkat lunak dan perangkat keras yang dikendalikan AS.

Namun, klaim “tak bisa diretas” berada di wilayah retorika, bukan sains keamanan siber.

Apa yang Ada di Balik Mate X6?

Huawei Mate X6 adalah ponsel layar lipat kelas premium yang diperkenalkan pada 2024. Ia mengandalkan HarmonyOS—sistem operasi hasil “perceraian” paksa dari Android—dan integrasi erat antara perangkat keras dan perangkat lunak. Keunggulan ini kerap diposisikan Huawei sebagai fondasi keamanan yang lebih tertutup.

Masalahnya, tak ada ponsel modern yang benar-benar kebal. Vektor serangan pada smartphone berlapis: dari baseband (komunikasi seluler), aplikasi, hingga intersepsi jaringan.

Dalam satu bulan saja pada 2025, Huawei menambal 60 celah keamanan di HarmonyOS; 14 di antaranya dikategorikan kritis. Huawei juga mengakui potensi penyusupan malware dan menyediakan laman khusus untuk membantu pengguna yang perangkatnya dicurigai telah diretas. Artinya, keamanan adalah proses berkelanjutan—bukan klaim final.

Jejak Panjang Intelijen dan Keraguan Global

Dokumen yang dibocorkan Edward Snowden pada 2014 mengungkap National Security Agency pernah menyusupi server Huawei di China dan menanam backdoor untuk memata-matai komunikasi eksekutif serta memetakan produk.

Fakta ini menunjukkan dua hal sekaligus: intensitas perang intelijen dan ketiadaan perangkat yang sepenuhnya aman dari aktor negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!