Pertaruhan Rp224 Triliun Mark Zuckerberg: Serahkan Masa Depan Meta ke Tangan Bocah Ajaib Putus Sekolah

Senin, 05 Januari 2026 - 20:43 WIB
Bakat matematikanya yang cemerlang membawanya masuk ke MIT, gerbang impian bagi jutaan teknisi dunia. Namun, Wang merasakan kegelisahan yang berbeda.

Pada usia 19 tahun, saat teman-temannya sibuk mengejar gelar sarjana, Wang mengambil keputusan nekat: keluar dari kuliah.

Lalu mendirikan Scale AI, startup yang fokus pada pekerjaan yang kala itu dianggap membosankan namun krusial: pelabelan data (data labeling).

Siapa sangka, pertaruhan itu berbuah manis. Scale AI tumbuh menjadi tulang punggung bagi raksasa teknologi seperti NVIDIA, Amazon, dan bahkan Meta.

Pada 2024, valuasi perusahaannya telah menyentuh angka USD14 miliar (Rp224 triliun). Kini, di usia 28 tahun, Wang masuk dalam daftar prestisius Forbes 40 Under 40: The Richest Self-Made Billionaires. Kekayaan bersih pribadinya ditaksir mencapai USD3,2 miliar atau Rp 51,2 triliun pada awal 2026.

Arsitek Baru di Kerajaan Zuckerberg

Apa yang membuat Zuckerberg rela menyerahkan kunci laboratorium masa depannya kepada Wang? Jawabannya terletak pada supremasi data.

Investasi Meta di Scale AI bukan sekadar akuisisi aset, melainkan penguasaan hulu. Keahlian Scale AI dalam data-annotation pipelines dan sistem pelatihan yang skalabel adalah bahan bakar utama untuk melatih model AI generasi berikutnya.

Dengan merekrut Wang, Meta secara efektif memotong jalur pasok pesaing dan mengamankan infrastruktur terbaik untuk dirinya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!