Intip Foto Langka Komet 3I/ATLAS: Punya Ekor 56.000 Km, Ternyata Berasal dari Bintang Lain
Sabtu, 03 Januari 2026 - 12:46 WIB
Momen langka ini menyatukan komunitas sains global. China tidak bekerja sendirian. Badan Antariksa Eropa (ESA) mengerahkan wahana Mars Express dan ExoMars Trace Gas Orbiter untuk menganalisis emisi gas komet.
NASA turut ambil bagian dengan mengarahkan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) dan instrumen HiRISE-nya yang kuat, serta wahana MAVEN untuk mengumpulkan data spektrometri.
Bahkan di permukaan Mars, robot penjelajah (rover) Perseverance milik NASA mencoba mendeteksi komet tersebut dari tanah Mars, tantangan teknis yang cukup berat.
Sinergi data dari berbagai sudut pandang ini memungkinkan para ilmuwan membangun model tiga dimensi yang komprehensif mengenai struktur dan aktivitas 3I/ATLAS.
Kini, dengan keberhasilan pelacakan objek antarbintang, CNSA semakin percaya diri menatap misi Tianwen-2 yang telah diluncurkan pada Mei 2025.
Misi penerus ini memiliki target lebih ambisius: mengambil sampel dari asteroid dekat Bumi dan kemudian melanjutkan perjalanan untuk mempelajari komet di sabuk utama.
Oktober 2025 akan dikenang sebagai momen ketika mata manusia, melalui perwakilan robotiknya di Mars, berhasil menatap tajam ke dalam tamu misterius dari bintang yang jauh.
NASA turut ambil bagian dengan mengarahkan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) dan instrumen HiRISE-nya yang kuat, serta wahana MAVEN untuk mengumpulkan data spektrometri.
Bahkan di permukaan Mars, robot penjelajah (rover) Perseverance milik NASA mencoba mendeteksi komet tersebut dari tanah Mars, tantangan teknis yang cukup berat.
Sinergi data dari berbagai sudut pandang ini memungkinkan para ilmuwan membangun model tiga dimensi yang komprehensif mengenai struktur dan aktivitas 3I/ATLAS.
Langkah Besar China Selanjutnya
Kesuksesan Tianwen-1, yang diluncurkan sejak Juli 2020 dan tiba di orbit Mars pada Februari 2021, menjadi validasi penting bagi teknologi antariksa China. Misi ini sebelumnya telah sukses mendaratkan rover Zhurong di Utopia Planitia pada Mei 2021.Kini, dengan keberhasilan pelacakan objek antarbintang, CNSA semakin percaya diri menatap misi Tianwen-2 yang telah diluncurkan pada Mei 2025.
Misi penerus ini memiliki target lebih ambisius: mengambil sampel dari asteroid dekat Bumi dan kemudian melanjutkan perjalanan untuk mempelajari komet di sabuk utama.
Oktober 2025 akan dikenang sebagai momen ketika mata manusia, melalui perwakilan robotiknya di Mars, berhasil menatap tajam ke dalam tamu misterius dari bintang yang jauh.
(dan)
Lihat Juga :