Intip Foto Langka Komet 3I/ATLAS: Punya Ekor 56.000 Km, Ternyata Berasal dari Bintang Lain

Sabtu, 03 Januari 2026 - 12:46 WIB
loading...
Intip Foto Langka Komet...
Wahana antariksa Tianwen-1 milik China berhasil menangkap citra detail komet antarbintang 3I/ATLAS dari orbit Mars, mengungkap struktur inti dan ekor gas sepanjang 56.000 kilometer. Foto: Tianwen-1
A A A
BEIJING - Wahana antariksa Tianwen-1 milik China sukses mengabadikan komet 3I/ATLAS. Peristiwa ini jadi tonggak sejarah di mana untuk pertama kalinya sebuah objek antarbintang (interstellar object) berhasil dipotret secara detail dari planet selain Bumi.

Keberhasilan Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) ini mengukuhkan posisi Beijing sebagai pemain kunci dalam sains keplanetan global.

Dari jarak sekitar 30 juta kilometer, kamera resolusi tinggi Tianwen-1 menyingkap tabir misteri tamu asing yang berasal dari luar tata surya kita, memberikan data krusial tentang materi pembentuk galaksi Bima Sakti.

Tamu Asing yang "Ngebut" 58 Km per Detik

Komet 3I/ATLAS bukanlah batu angkasa sembarangan. Ia adalah objek ketiga yang terkonfirmasi berasal dari luar tata surya kita, menyusul jejak pendahulunya yang fenomenal, 'Oumuamua (2017) dan 2I/Borisov (2019).

Identitas asingnya terkonfirmasi lewat lintasan orbit hiperbolik tajam, bukti tak terbantahkan bahwa ia tidak terikat pada gravitasi Matahari dan hanya sekadar "numpang lewat".

Secara fisik, komet ini adalah raksasa beku dengan lebar sekitar 5,6 kilometer. Ia melesat menembus tata surya dengan kecepatan fantastis mencapai 58 kilometer per detik.

Kecepatan dan lintasannya menjadikan 3I/ATLAS sebagai kapsul waktu yang sempurna; membawa material purba yang terbentuk dalam piringan protoplanet bintang lain, menawarkan petunjuk langka tentang bagaimana sistem planet lain terbentuk di galaksi ini.

Manuver Presisi dan Tantangan Teknis

Menangkap citra objek yang bergerak secepat itu dari wahana yang juga sedang mengorbit Mars luar biasa sulit.

Instrumen kunci dalam misi ini adalah High Resolution Imaging Camera (HiRIC) yang terpasang di Tianwen-1.

Sejatinya, kamera ini didesain untuk memetakan permukaan Mars yang statis, bukan melacak target kecil yang redup dan bergerak cepat di kegelapan angkasa.

Tim insinyur CNSA di Beijing harus melakukan simulasi ekstensif untuk mengatasi tantangan ini. Strategi yang diambil adalah penggunaan waktu eksposur super-singkat (extremely short exposure times) untuk mengoptimalkan penangkapan cahaya sekaligus mencegah gambar menjadi kabur (blurry). Data mentah kemudian dikirim ke pusat kendali di Bumi untuk diproses menjadi sekuens gambar yang tajam.

Apa yang Terungkap?

Hasilnya tidak mengecewakan. Foto-foto yang dirilis CNSA memperlihatkan inti komet yang berbatu dan beku, dikelilingi oleh coma—awan gas dan debu—yang terbentuk saat panas Matahari menyublimasi es di permukaannya.

Aktivitas komet ini tergolong sangat intens, dengan diameter coma mencapai ribuan kilometer.

Lebih menakjubkan lagi, terlihat ekor komet yang terbentuk dari partikel yang terhempas oleh tekanan radiasi surya. Ekor ini memanjang hingga 56.000 kilometer, membelakangi arah Matahari.

Analisis spektral awal mendeteksi adanya es air (water ice) dan karbon dioksida, serta sinyal lemah karbon monoksida.

Komposisi ini mengindikasikan bahwa 3I/ATLAS terbentuk di wilayah yang sangat dingin di sistem bintang asalnya.

Kilau kemerahan yang teramati pada intinya dikaitkan dengan debu yang kaya akan senyawa organik. Selain itu, para ilmuwan mencatat adanya percepatan non-gravitasi—penyimpangan kecil pada lintasan yang tidak bisa dijelaskan oleh gravitasi semata—yang kemungkinan besar disebabkan oleh dorongan jet gas yang menyembur dari permukaannya.

Momen langka ini menyatukan komunitas sains global. China tidak bekerja sendirian. Badan Antariksa Eropa (ESA) mengerahkan wahana Mars Express dan ExoMars Trace Gas Orbiter untuk menganalisis emisi gas komet.

NASA turut ambil bagian dengan mengarahkan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) dan instrumen HiRISE-nya yang kuat, serta wahana MAVEN untuk mengumpulkan data spektrometri.

Bahkan di permukaan Mars, robot penjelajah (rover) Perseverance milik NASA mencoba mendeteksi komet tersebut dari tanah Mars, tantangan teknis yang cukup berat.

Sinergi data dari berbagai sudut pandang ini memungkinkan para ilmuwan membangun model tiga dimensi yang komprehensif mengenai struktur dan aktivitas 3I/ATLAS.

Langkah Besar China Selanjutnya

Kesuksesan Tianwen-1, yang diluncurkan sejak Juli 2020 dan tiba di orbit Mars pada Februari 2021, menjadi validasi penting bagi teknologi antariksa China. Misi ini sebelumnya telah sukses mendaratkan rover Zhurong di Utopia Planitia pada Mei 2021.

Kini, dengan keberhasilan pelacakan objek antarbintang, CNSA semakin percaya diri menatap misi Tianwen-2 yang telah diluncurkan pada Mei 2025.

Misi penerus ini memiliki target lebih ambisius: mengambil sampel dari asteroid dekat Bumi dan kemudian melanjutkan perjalanan untuk mempelajari komet di sabuk utama.

Oktober 2025 akan dikenang sebagai momen ketika mata manusia, melalui perwakilan robotiknya di Mars, berhasil menatap tajam ke dalam tamu misterius dari bintang yang jauh.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Buka Suara Soal...
NASA Buka Suara Soal Dugaan Pesawat Alien 3I/ATLAS: Itu Cuma Komet Biasa!
Debat Sengit Para Ilmuwan,...
Debat Sengit Para Ilmuwan, 3I/ATLAS Adalah Komet Raksasa atau Pesawat Alien?
Resmi Diluncurkan, ATLAS...
Resmi Diluncurkan, ATLAS Dorong Kolaborasi Ekosistem Startup Kawasan Asia Pasifik
Rawon Jadi Sup Terenak...
Rawon Jadi Sup Terenak di Dunia, Begini Respons Sandiaga Uno
Konser di Indonesia,...
Konser di Indonesia, Rapper Amerika Tyga Bakal Meriahkan Panggung Atlas Beach Club
Sambut Tahun Baru 2023,...
Sambut Tahun Baru 2023, Niki Zefanya dan Sederet Musisi Lain Bakal Ramaikan Atlas Beach Fest Bali
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved