Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok

Jum'at, 02 Januari 2026 - 11:05 WIB

Detail Rencana Divestasi Lin Bin

Dalam dokumen keterbukaan informasi, Xiaomi merinci mekanisme penjualan saham yang akan dilakukan oleh Lin Bin. Penjualan ini menargetkan saham kelas B dan baru akan dimulai efektif pada Desember 2026.

Agar tidak mengguncang pasar, Lin Bin membatasi nilai penjualan maksimum sebesar USD500 juta atau Rp 8 triliun dalam setiap periode 12 bulan berjalan. Total nilai saham yang akan dilepas dibatasi tidak boleh melebihi plafon USD2 miliar (Rp32 triliun).

Manajemen Xiaomi menegaskan bahwa dana segar hasil penjualan saham ini sebagian besar akan dialokasikan untuk pembentukan dana investasi baru (investment fund).

Pihak perusahaan juga menekankan bahwa Lin Bin tetap memiliki kepercayaan penuh terhadap prospek jangka panjang grup dan akan terus mengabdi sebagai Wakil Ketua.

Dampak Sentimen dan Valuasi Kekayaan

Berdasarkan laporan interim perusahaan, Lin Bin saat ini menguasai sekitar 1,88 miliar saham kelas B dan 448 juta saham kelas A. Mengacu pada kapitalisasi pasar Xiaomi pada penutupan Jumat lalu, total kepemilikan saham Lin Bin bernilai lebih dari USD10 miliar atau menembus angka Rp160 triliun.

Artinya, rencana penjualan Rp32 triliun ini "hanya" mencakup sekitar 20 persen dari total kekayaannya di Xiaomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!